

Maikel Peuki (Foto: Maikel Peuki for Cepos
JAYAPURA – Maraknya aktivitas penambangan ilegal dan perambahan hutan di tanah Papua belakangan ini di sejumlah kabupaten/kota semakin menjadi. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Papua menyebut kondisi ini terjadi dalam dua tahun terakhir ini, sejak pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).
“Kami mencatat dan menemukan beberapa titik aktivitas pertambangan Ilegal di Tanah Papua salah satunya di perbatasan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Waropen,” ungkap Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Peuki kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/1).
“Walhi juga menemukan citra satelite penambangan emas ilegal yang semakin masif ditunjukan dengan banyaknya warna kuning di peta Tanah Papua,” bebernya.
Ia melihat lemahnya pengawasan terhadap wilayah Papua sehingga aktifitas ini bisa terus berjalan. Karenanya pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan.
“Selain itu ada 10 ekcavator, belasan truk dan dan ratusan liter BBM yang berada dilokasi. Barang-barang ini didatangkan mengunakan kapal LCT Samudera Rahayu I dan atas kejadian itu, kami mendesak pemerintah pusat – Presiden Prabowo serius menghentikan aktiftas pertambangan Ilegal diseluruh Tanah Papua dan membentuk tim investigasi untuk wilayah tanah Papua,” imbuh Maikel.
Page: 1 2
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…
Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…
Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…