

Foto bersama usai audiens yang dilakukan PMI Kabupaten Jayapura, bersama management RSUD Yowari, Kamis (15/1). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayapura, Rendy Ralven Suebu, mengakui bahwa stok darah di PMI Kabupaten Jayapura saat ini dalam kondisi kosong. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan audiensi dengan pihak RSUD Yowari dan BPJS Kesehatan di Sentani.
Rendy menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kerja sama antara PMI, rumah sakit, dan BPJS, sekaligus melakukan klarifikasi serta pembenahan sistem pelayanan darah di Kabupaten Jayapura.
“Untuk hari ini kami sampaikan bahwa stok darah di PMI Kabupaten Jayapura sedang kosong. Karena itu kami melakukan audiensi dengan pihak rumah sakit dan BPJS untuk memperbaiki sistem kerja dan memperkuat koordinasi,” ujarnya, Kamis (15/1).
Ia mengatakan, sebagai pengurus yang baru bertugas di Kabupaten Jayapura, pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam sistem pengelolaan dan distribusi darah.
“Kami melihat tantangan yang cukup besar, sehingga perlu ada perbaikan sistem kerja agar pelayanan darah bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Rendy menargetkan, mulai Februari mendatang, PMI Kabupaten Jayapura akan kembali menjalankan sistem baru yang lebih terstruktur, guna memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Page: 1 2
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…