Categories: BERITA UTAMA

Memanas, Dua Calon Minta Bawaslu Turun Tangan

JAYAPURA– Memanas. Itulah kalimat yang tepat diberikan dari agenda debat ketiga bagi kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Jayapura. Agenda KPU Kota Jayapura ini sekaligus menjadi penutup jadwal debat kandidat sebelum memasuki minggu tenang dan pencoblosan. Setelah ini masing – masing pasangan calon (Paslon)  masih diperbolehkan melakukan kampanye.

Debat pamungkas ini mengangkat beberapa tema, mulai dari kesetaraan gender, isu pendidikan, isu pasar, isu PAD hingga terkait Persipura.  Meski terkait Persipura ini sempat memunculkan pertanyaan karena dianggap sebagai pertanyaan setingan namun semua paslon berhasil memberikan pertanyaan dan jawaban secara bergantian.

Namun yang menarik adalah terlihat jika pasangan calon 02, Boy Markus Dawir dan Dipo Wibowo serta paslon 04, Abisai Rollo-Rustan Saru yang nampaknya penasaran terkait program yang diusung paslon nomor urut 2, Jhony Banua Rouw-Darwis Massi terkait bantuan pembangunan atau rehab rumah yang dikatakan jumlahnya ada 3000 unit. Baik paslon 02 dan 04 sama – sama menggali soal  program tersebut.

Sedangkan paslon 01 nampaknya menyimpan rasa penasaran terkait program pendidikan gratis yang juga diusung paslon 02.  Pekman memancing dengan isu pendidikan yang menjadi ketimpangan antara kota dan pedesaan. Disini Jhony menjawab akan meningkatkan kapasitas tenaga guru dan pendistribusian guru hingga ke kampung. Banyak guru hanya punya nama namun tidak bekerja baik. Selain itu sekolah harus digratiskan.

Mendengar ini Frans Pekei menanggapi bahwa pendidikan gratis tidak akan menjamin kualitas pendidikan sebab bisa jadi siswa akan malas, orang tua tidak berusaha karena merasa semua digratiskan. Orang tua atau keluarga harus mengambil tanggungjawab pendidikan anak-anaknya.

“Kami justru akan menyediakan bis sekolah gratis untuk melayani hingga ke kampung,” tambah Pekei. Pekei juga bertanya ke paslon 04 terkait bagaimana mengintegrasikan pelayanan publik yang cepat tepat dan murah serta mudah diakses. Disini Rustan Saru menjawab bahwa semua perlu memiliki data satu pintu dan program smart kelurahan dimana mengurus KTP dan identitas cukup di kelurahan. Lalu akses yang inklusif tanpa distriminatif.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

16 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

17 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

18 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

19 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

19 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

20 hours ago