

Amos Wenda (foto: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua Amos Wenda mengaku bahwa pasca pembentukan tiga Daerah Otonom Baru (DOB) dari wilayah Papua, berimbas p ada anggaran yang dialokasikan untuk Dinas PU Provinsi Papua. Menurutnya, pada tahun anggaran 2024 ini, anggaran Dinas PU dari APBD induk hanya sebesar Rp 600 miliar.
Padahal, pada tahun anggaran sebelumnya, sebelum adanya pembentukan DOB, anggaran Dinas PU mencapai triliunan.
“Saat ini anggaran induk yang didapatkan PU sebesar Rp 600 miliar, dulunya anggaran yang diberikan untuk PU nilainya Rp 2 triliun. Turun drastis setelah adanya DOB,” kata Amos Wenda, kepada Cenderawasih Pos, Selasa (16/7) kemarin.
Dijelaskan Amos, dari anggaran induk Rp 600 miliar tersebut. Dimana Rp 200 miliar diperuntukkan sebagai operasional kantor sementara Rp 400 miliar dialokasikan untuk kegiatan pembangunan atau pengerjaan air bersih, drainase, pembangunan jalan, pembangunan jembatan dan pengaspalan.
“Pembangunan jadi prioritas kami di PU, sebab di PU ada pembangunan jalan, jembatan dan penyediaan air bersih,” ujarnya.
Menurut Amos, anggaran Rp 600 miliar tersebut termasuk perbaikan jalan samping Kantor Walikota Jayapura yang rusak akibat longsor. “Untuk perbaikan jalan samping kantor walikota masih dalam proses pelelangan dan waktunya sedang berjalan, kita kerjakan sesuai dengan perencanaan yang ada di PU,” ucapnya.
Selain itu juga, lanjut Amos, melanjutkan pengerjaan jalan di Demta, Angkasa, Kabupaten Mamberamo Raya yang tahun ini mulai pengaspalan, Wardo Duber dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Papua.
“Kita juga akan lakukan proses pengerjaan dan perbaikan jalan seperti jalan di Sarmi, Kabupaten Supiori dengan jalan Sorendiweri-Amyas, perbaikan jalan di Adibai Biak dan Jalan Burmeso Kabupaten Mamberamo Raya,” terangnya.
Menurut Amos, PU Provinsi Papua akan genjot lakukan proses pengerjaan jalan dan itu menjadi prioritas dengan anggaran Rp 600 miliar yang bersumber dari anggaran induk. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…