Menurut Frits, tidak ada upaya lain kecuali mengajak mereka (kelompok sipil bersenjata) untuk berdialog dan menghentikan operasi seporadis yang dilakukan TNI di Papua. Sebab Papua merupakan daerah rawan konflik. Karena itu sambung Frits, operasi penegakan hukum harus dikendalikan oleh polisi, sedangkan TNI diminta untuk tidak melakukan operasi semi tempur yang dikhawatirkan menimbulkan korban baru.
”TNI cukup memberi perbantuan perkuatan kepada Polri, sehingga operasi di daerah konflik bisa terukur. Dan seluruh operasi di Papua harus dikendalikan oleh Kapolda dan Pangdam, jangan ada intervensi dari Kogabwilhan. Hal ini untuk menghindari salah tembak ke warga sipil, adanya korban baru baik harta benda maupun manusia,” ungkapnya.
Frits juga mendesak dilakukannya upaya dialog kemanusian. Ia menilai upaya percepatan pembangunan sudah berjalan, namun terhalang karena kekersan terus berlanjut di Papua. Sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah penyelesaian konflik sehingga percepatan pembangunan bisa berjalan secara baik. (fia/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…