Selain itu, bentrokan antara kedua kelompok masyarakat ini juga terjadi di wilayah Musaima Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya hingga membuat mobilisasi massa kembali dilakukan dari Wouma ke tempat tersebut. akibatnya beberapa bangunan rumah juga ikut dibakar, namun aparat bertindak cepat dan bershasil melarai dua kelompok masa itu melanjutkan aksi saling serang disana.
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK, menegaskan jika saat ini pihaknya fokus untuk melakukan pengamanan agar dampak dari konflik antara kedua masyarakat ini tidak meluas sampai ke Kota Wamena, namun sangat diharapkan Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab 2 Kabupaten untuk segera turun dan meredam kedua kelompok massa.
“Kita hanya ingin mencegah dampak dari bentrokan ini meluas, sehingga kami mengharapkan pemerintah Provinsi dan dua Kabupaten segera mengambil langkah untuk menenangkan Massanya masing -masing,”tegasnya
Aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya dibantu Anggota TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Batalyon 756/ Wimane Sili juga menurunkan personelnya guna mengamankan fasilitas perkantoran pemerintah dan juga perkantoran yang lain.


Sementara usai bentrokan tersebut aparat kepolisian mulai melakukan evakuasi terhadap para korban yang meninggal dunia dan yang terluka ke RSUD Wamena guna mendapatkan perawatan medis, didamping itu juga melakukan evakuasi terhadap pengungsi yang ada di beberapa gereja.
Menyikapi bentrokan antara dua kelompok massa di wilayah Distrik Wouma, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya menggelar rapat koordinasi cepat bersama LO Polda Papua, Polres Jayawijaya, dan Polres Lanny Jaya serta tokoh tokoh adat dan masyarakat guna menghentikan konflik sosial tersebut.
Dalam rapat tersebut Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, SIK menegaskan bahwa situasi di lapangan sudah masuk dalam kategori sangat rawan. Berdasarkan pantauan kepolisian, diperkirakan hampir 3.000 orang dari kedua belah pihak telah bergabung dalam massa untuk saling serang.
“Kami sangat mengkhawatirkan terjadinya benturan besar jika masalah ini tidak segera teratasi. Ini situasi yang sangat-sangat rawan. Kami yakin suara dari para tokoh sekalian baik pemerintah dan tokoh adat bisa mampu menghentikan perang ini agar massa bisa kembali ke daerah masing-masing,” ungkapnya di Hotel Baliem Pilamo Wamena. Jumat (15/5)
Menurutnya, setelah tiga tahun mengalami kevakuman, KNPI Kota Jayapura dengan kepengurusan baru tidak boleh…
Tugu yang menjadi salah satu penanda kawasan Abepura tersebut secara resmi diresmikan pada Selasa…
Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas…
Situasi di dalam Auditorium Uncen mendadak panik saat kelompok demonstran menerobos masuk tanpa izin.…
Jayapura Fair yang berlangsung di Lapangan PTC Entrop, Senin (17/8) malam, menjadi bagian dari…
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…