Categories: BERITA UTAMA

Dua Kelompok Massa di Wouma Kembali Bentrok

Selain itu, bentrokan antara kedua kelompok masyarakat ini juga terjadi di wilayah Musaima Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya hingga membuat mobilisasi massa kembali dilakukan dari Wouma ke tempat tersebut. akibatnya beberapa bangunan rumah juga ikut dibakar, namun aparat bertindak cepat dan bershasil melarai dua kelompok masa itu melanjutkan aksi saling serang disana.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK, menegaskan jika saat ini pihaknya fokus untuk melakukan pengamanan agar dampak dari konflik antara kedua masyarakat ini tidak meluas sampai ke Kota Wamena, namun sangat diharapkan Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab 2 Kabupaten untuk segera turun dan meredam kedua kelompok massa.

“Kita hanya ingin mencegah dampak dari bentrokan ini meluas, sehingga kami mengharapkan pemerintah Provinsi dan dua Kabupaten segera mengambil langkah untuk menenangkan Massanya masing -masing,”tegasnya

Aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya dibantu Anggota TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Batalyon 756/ Wimane Sili juga menurunkan personelnya guna mengamankan fasilitas perkantoran pemerintah dan juga perkantoran yang lain.

Rapat koordinasi Pemprov Papua Pegunungan dengan Pemkab Jayawijayandan Lanny Jaya (3)Rapat koordinasi Pemprov Papua Pegunungan dengan Pemkab Jayawijayandan Lanny Jaya (3)
Rapat darurat yang dilakukan Pemprov Papua Pegunungan bersama forkopimda Jayawijaya, Lanny Jaya, tokoh adat dan tokoh masyarakat di hotel Baliem Pilamo Wamena. Jumat (15/5) (foto:Denny/ Cepos)

Sementara usai bentrokan tersebut aparat kepolisian mulai melakukan evakuasi terhadap para korban yang meninggal dunia dan yang terluka ke RSUD Wamena guna mendapatkan perawatan medis, didamping itu juga melakukan evakuasi terhadap pengungsi yang ada di beberapa gereja.

Menyikapi bentrokan antara dua kelompok massa di wilayah Distrik Wouma, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya menggelar rapat koordinasi cepat bersama LO Polda Papua, Polres Jayawijaya, dan Polres Lanny Jaya serta tokoh tokoh adat dan masyarakat guna menghentikan konflik sosial tersebut.

Dalam rapat tersebut Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, SIK menegaskan bahwa situasi di lapangan sudah masuk dalam kategori sangat rawan. Berdasarkan pantauan kepolisian, diperkirakan hampir 3.000 orang dari kedua belah pihak telah bergabung dalam massa untuk saling serang.

“Kami sangat mengkhawatirkan terjadinya benturan besar jika masalah ini tidak segera teratasi. Ini situasi yang sangat-sangat rawan. Kami yakin suara dari para tokoh sekalian baik pemerintah dan tokoh adat bisa mampu menghentikan perang ini agar massa bisa kembali ke daerah masing-masing,” ungkapnya di Hotel Baliem Pilamo Wamena. Jumat (15/5)

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Giliran Co-Pilot dari Pesawat Australia Dilimpahkan ke Jaksa

Erwin Natosmal Umar, kuasa hukum dari terdakwa kep[ada wartawan disela-sela pelimpahan itu  meminta agar penanganan…

2 days ago

Aparat Gabungan Sita 114 Liter Miras Sopi di Pelabuhan Pomako

Aparat gabungan menyita sedikitnya 114,8 liter minuman keras lokal jenis sopi dalam razia massal di…

2 days ago

Kejari Jayawijaya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Jalan Lingkar Kantor Bupati Jayawijaya

Kejari Jayawijaya Sunandar Pramono,SH, MH menyatakan untuk yang pertama, tim baru menetapkan satu tersangka dalam…

2 days ago

Jangan Ada Pungutan ke Siswa Baru Bagi Sekolah Inpres dan Negeri

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso S.Pd, M.Pd menyatakan terkait dengan innformasi adanya pungutan…

2 days ago

Jaksa Kantongi Identitas Calon Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Rumah Layak Huni

Kejaksaan Negeri Mimika mengumumkan telah mengantongi identitas pelaku dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah…

2 days ago

Coba Edarkan Ganja Saat Konvoi Sepasang Kekasih Dibekuk Aparat

Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Iptu Jan B Saragih, SH membenarkan ada dua orang warga yang…

2 days ago