Categories: BERITA UTAMA

Penembakan Lima Warga Sipil di Dogiyai Mulai Ditelusuri

JAYAPURA- Insiden kekerasan besenjata di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah pada 31 Maret 2026 tidak hanya menimbulkan korban dari aparat kepolisian, tetapi juga warga sipil. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua mencatat sedikitnya lima warga sipil meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Selain itu, satu anggota kepolisian juga dilaporkan tewas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Komnas HAM Papua telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya korban jiwa serta kerugian harta benda, sehingga dilakukan pemantauan langsung di lapangan. Tim yang dipimpin langsung oleh Komnas HAM Papua itu telah berada di Dogiyai selama empat hari guna mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai pihak.

Namun demikian, hingga saat ini proses investigasi belum dapat disimpulkan secara menyeluruh. Hal itu disebabkan masih adanya sejumlah fakta yang perlu diverifikasi, serta pihak-pihak yang belum dimintai keterangan.

“Kami masih membutuhkan saksi yang cukup dan verifikasi fakta di lapangan. Ada sejumlah pihak yang belum bisa kami temui,” kata Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Kamis (16/4).

Sambungnya, selain itu, kondisi di lapangan pascakejadian yang masih cukup tinggi turut menjadi kendala dalam proses pengumpulan data. Frits menegaskan, investigasi akan terus dilakukan hingga seluruh fakta terungkap secara utuh, agar kasus tersebut tidak berlarut tanpa kejelasan. Dalam prosesnya, Komnas HAM juga mengajak berbagai pihak, termasuk mitra di wilayah Dogiyai, untuk turut membantu memberikan informasi.

“Kami memastikan akan menuntaskan investigasi secara menyeluruh agar peristiwa tersebut tidak berlarut tanpa kejelasan, seperti kasus-kasus sebelumnya. Kami terus melakukan pendalaman, termasuk menelusuri titik-titik lokasi kejadian dan korban. Proses ini masih berjalan,” katanya.

Di sisi lain, Komnas HAM mencatat bahwa sepanjang awal tahun 2026 telah terjadi sedikitnya empat peristiwa kekerasan dengan karakter serupa di wilayah tersebut.

“Hingga kini, investigasi masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa kericuhan di Dogiyai,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Warga Wajib Perhatikan Jarak Pasang Atribut HUT RI dari Jaringan Listrik PLN

   PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebut jarak aman pemasangan…

18 minutes ago

Retribusi Parkir Jadi Potensi PAD, Pemda Diminta Optimalkan Pengelolaannya

Dijelaskan, selama ini, aktivitas parkir terus meningkat seiring bertambahnya kendaraan dan berkembangnya pusat-pusat perdagangan, perkantor

1 hour ago

Tinggal Sepekan Lagi HUT RI,  Nuansa Kemerdekaan Masih Minim

Bupati Jayapura Yunus Wonda sebelumnya telah menerbitkan imbauan agar peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya…

2 hours ago

Pemkot Tarik 24 Mahasiswa UGM dari Lokasi KKN di Muara Tami

  Selama berada di lokasi KKN, para mahasiswa menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan…

3 hours ago

Pemkot Serahkan Bantuan Peralatan Pengolahan Ikan

  Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan program tersebut merupakan…

4 hours ago

Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Polda Papua Edukasi Siswa SMPN 1 Sentani

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika yang beredar di masyarakat, di antaranya ganja…

5 hours ago