“Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polresta Jayapura, BPBD, Keluarga dan masyarakat saatini masih melakukan pencarian terhadap korban,” tutupnya. Lokasi penambangan di Polimak Gajah Putih maupun di Jalur Kali Ajendam sebelumnya sudah pernah didatangi walikota. Ketika itu Abisai Rollo telah mengingatkan untuk tidak lagi melakukan aktifitas pendulangan atau penambangan.
Pasalnya kegiatan pendulangan itu belum mengantongi ijin dan dianggap cukup berbahaya serta dampaknya merusak lingkungan. Abisai Rollo ketika itu secara tegas meminta untuk segera dihentikan namun nyatanya hingga kini kegiatan penambangan masih berlanjut. Cenderawasih Pos yang sempat mendatangi lokasi juga mendapati bahwa dampak dari penambangan liar ini ternyata membuat banyak lobang besar dan mengganggu struktur tanah. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
lub Persipura Jayapura merupakan salah satu tim yang memiliki prestasi cukup mentereng pada kompetisi sepakbola…
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan berdasarkan data sementara yang mereka…
Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan…
Polres Jayapura berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang menyebabkan…
Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi…
Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung mengatakan DPRK Kabupaten Jayapura telah menyerahkan sebanyak 35 rekomendasi…