

Wakil Ketua III DPR Papua, Supriadi Laling ketika melihat langsung lokasi jalan masuk ke TPU Buper Waena yang kembali di palang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat, Kamis (16/1) (Gamel Cepos)
JAYAPURA-Alih-alih segera diselesaikan, lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buper Waena yang dipalang sejak akhir Desember 2024 lalu justru makin rumit. Ini setelah pihak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat menambah titik palang di bagian bawah. Alhasil saat ini akses jalan tertutup di dua titik. Ada yang di atas dan di bawah.
Hal tersebut terungkap setelah Wakil Ketua DPR Papua, Supriadi Laling mendatangi lokasi, Kamis (16/1) siang.
Ia awalnya datang menggunakan mobil namun setibanya di Expo Waena ia memilih naik menggunakan motor agar lebih cepat.
“Kami awalnya mau naik ke lokasi pemakamannya karena saya melihat kok tidak segera diselesaikan tapi saat mau naik ternyata sudah ada titik penutupan baru dan itu di bagian bawah,” kata Laling.
Ia kaget karena sebelumnya hanya bagian atas tapi saat ini sudah ada juga di bagian bawah dan posisinya sudah dalam bentuk pondasi, batu yang dicor. Selain itu ada juga plang besi yang menutup seluruh badan jalan.
“Tadi kami bertemu beberapa pemuda yang sedang istirahat. Mereka yang menutup akses jalan ke TPU atas perintah pemilik ulayat dan kami sempat berdiskusi namun mereka hanya disuruh untuk menutup,” tambahnya.
Laling meminta pemerintah kota bisa segera menuntaskan persoalan ini. Pasalnya aksi pemasangan sudah berlarut-larut dan mengganggu kepentingan umum.
“Saya mendengar sudah ada 30 jenasah yang batal dimakamkan disini. Itu memprihatinkan. Harusnya pemerintah bisa bergerak cepat. Mau berproses hukum silahkan tapi dibuka dulu, kasihan mereka yang membutuhkan lokasi pemakaman harus jauh ke Kota Arso dan lainnya, ” tegas Laling.
Iapun menyampaikan beberapa poin diantaranya meminta aksi pemalangan ini segera disudahi dan dibuka demi kepentingan umum. Pemkot harus segera memutuskan apa yang harus dilakukan untuk persoalan ini dan jangan sampai berlarut-larut.
“Kondisi ini sangat merugikan. saya pikir Pemkot Jayapura sudah bekerja maksimal untuk menyelesaikan permasalahan cuma memang harus lebih intens lagi dikomunikasikan kesemua pihak,” bebernya.
“Dan kami memastikan akan terus mengawal ini sampai tuntas mengingat persoalan pemalangan ini juga dibahas di grup-grup Whatsapp dimana kebanyakan warga mengeluh karena pemerintah terkesan lambat,” imbuhnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…