Categories: BERITA UTAMA

Malah Jadi Dua Titik Palang di TPU Buper

JAYAPURA-Alih-alih segera diselesaikan, lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buper Waena yang dipalang sejak akhir Desember 2024 lalu justru makin rumit.  Ini setelah pihak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat menambah titik palang di bagian bawah. Alhasil saat ini akses jalan tertutup di dua titik. Ada yang di atas dan di bawah.

Hal tersebut terungkap setelah Wakil Ketua DPR Papua, Supriadi Laling mendatangi lokasi, Kamis (16/1) siang.

Ia awalnya datang menggunakan mobil namun setibanya di Expo Waena ia memilih naik menggunakan motor agar lebih cepat.  

“Kami awalnya mau naik ke lokasi pemakamannya karena saya melihat kok tidak segera diselesaikan tapi saat mau naik ternyata sudah ada titik penutupan baru dan itu di bagian bawah,” kata Laling.

Ia kaget karena sebelumnya hanya bagian atas tapi saat ini sudah ada juga di bagian bawah dan posisinya sudah dalam bentuk pondasi, batu yang dicor. Selain itu ada juga plang besi yang menutup seluruh badan jalan. 

“Tadi kami bertemu beberapa pemuda yang sedang istirahat. Mereka yang menutup akses jalan ke TPU atas perintah pemilik ulayat dan kami sempat berdiskusi namun mereka hanya disuruh untuk menutup,” tambahnya.

Laling meminta pemerintah kota bisa segera menuntaskan persoalan ini. Pasalnya aksi pemasangan sudah berlarut-larut dan mengganggu kepentingan umum. 

“Saya mendengar sudah ada 30 jenasah yang batal dimakamkan disini. Itu memprihatinkan. Harusnya pemerintah bisa bergerak cepat. Mau berproses hukum silahkan tapi dibuka dulu, kasihan mereka yang membutuhkan lokasi pemakaman harus jauh ke Kota Arso dan lainnya, ” tegas Laling.

Iapun menyampaikan beberapa poin diantaranya  meminta aksi pemalangan ini segera disudahi dan dibuka demi kepentingan umum. Pemkot harus segera memutuskan apa yang harus dilakukan untuk persoalan ini dan jangan sampai berlarut-larut. 

“Kondisi ini sangat merugikan. saya pikir Pemkot Jayapura sudah bekerja maksimal untuk menyelesaikan permasalahan cuma memang harus lebih intens lagi dikomunikasikan kesemua pihak,”  bebernya.

“Dan kami memastikan akan terus mengawal ini sampai tuntas mengingat persoalan pemalangan ini juga dibahas di grup-grup Whatsapp dimana kebanyakan warga mengeluh karena pemerintah terkesan lambat,” imbuhnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Posko Ditutup, Seluruh Bantuan Pengungsi Dok V Disalurkan

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…

50 minutes ago

Protes Pembongkaran Lapak, Pedagang Ajukan Tuntutan ke Pemkot

   Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…

2 hours ago

Pemerintah Diminta Lebih Serius Tangani Banjir

Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…

3 hours ago

Banyak Karhutla tapi Belum Ada yang Diproses Hukum

Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…

4 hours ago

Komnas HAM Didesak Investigasi Tewasnya Leonardus Konorop

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…

5 hours ago

Modal Nekat Buka Bengkel, Kadang Sedih Karena Berulang Kali Dibobol Maling

Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…

6 hours ago