

Seorang pengunjung hutan sagu di Kampung Yoboi Distrik Sentani saat mencicipi ulat sagu bakar yang dihasilkan dari batang sagu yang membusuk saat difoto beberapa waktu . Berdasar kajian tim Universitas Papua dan Dinas Kehutanan Lingkungan Hidup Provinsi Papua dipediksi hutan sagu khususnya di Kabupaten Jayapura akan hilang (FOTO:Gamel Cepos)
JAYAPURA-Hutan sagu sebagai lahan produksi pangan lokal di Papua terus mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan di sejumlah kabupaten/kota terlebih di Kabupaten Jayapura.
Berdasarkan laporan Tim Universitas Papua (Unipa) Manokwari bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua tahun 2020, sejumlah distrik di Kabupaten Jayapura tercatat mengalami kehilangan hutan sagu dalam jumlah signifikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Di Distrik Sentani Timur, luas hamparan sagu tercatat 473 hektare. Namun, diprediksi terjadi pengurangan hingga 468 hektare, sehingga tersisa hanya 5,4 hektare atau sekitar 99 persen hutan sagu hilang. Di Distrik Sentani, dari total 1.964,55 hektare hutan sagu, sekitar 1.507 hektare diprediksi akan beralih fungsi. Dengan demikian, sisa hutan sagu hanya 457,9 hektare atau mengalami kehilangan sekitar 77 persen.
Sementara itu, Distrik Waibu yang memiliki luas hamparan sagu 138,9 hektare diperkirakan kehilangan 138 hektare, menyisakan hanya 1,4 hektare atau sekitar 99 persen. Kondisi lebih parah terjadi di Distrik Sentani Barat. Dari total 75 hektare hutan sagu, seluruhnya diprediksi akan hilang akibat alih fungsi lahan, atau mencapai 100 persen.
Hal serupa juga terjadi di Distrik Unurum Guay. Dari luas 277,3 hektare, sekitar 271 hektare berpotensi berubah fungsi, sehingga hanya tersisa 5,9 hektare atau kehilangan mencapai 98 persen. Di Distrik Demta, seluruh 375 hektare hutan sagu juga diprediksi hilang sepenuhnya atau mencapai 100 persen akibat alih fungsi lahan.
“Alih fungsi hutan sagu di Papua umumnya terjadi untuk pembangunan perumahan, aktivitas usaha, dan berbagai kebutuhan pembangunan lainnya,” ucap Sekretaris DKLH Provinsi Papua, Aries Toteles, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (15/4).
Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari proses mediasi antara korban pencurian dan terduga pelaku kasus…
Menurut Pigai, substansi utama dari pembentukan aparatur atau pengurus koperasi bukanlah ketahanan fisik layaknya prajurit…
Di lantai satu, meja-meja kayu tertata rapi. Di dinding-dinding ruangan terpampang tulisan penuh falsafah Jawa.…
Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan, Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana…
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…