Categories: BERITA UTAMA

Papua Terancam Kehilangan Hutan Sagu

Ia menjelaskan, berdasarkan data indikatif DKLH Papua tahun 2021, total luas hutan sagu di enam kabupaten/kota mencapai 250.354 hektare. Kabupaten Sarmi memiliki luas terbesar yakni 123.092 hektare, disusul Mamberamo Raya 114.376 hektare, kemudian Kabupaten Jayapura. Namun demikian, sebelum pemekaran daerah otonomi baru (DOB), luas hutan sagu di Papua tercatat mencapai 3.073.872 hektare.

“Dari tiga kabupaten ini, Kabupaten Jayapura paling banyak menghasilkan sagu yang sudah dikelola hingga tahap hilirisasi,” ujarnya.

Sambungnya menjelaskan, di Kabupaten Sarmi, pengolahan sagu masih didominasi dalam bentuk tepung sagu. Untuk menjaga keberlanjutan hutan sagu Papua, ia menekankan pentingnya kebijakan perlindungan kawasan hutan sagu agar tidak dialihfungsikan. Selain itu, diperlukan upaya budidaya dan pengembangan sagu sebagai pangan lokal.

“Diperlukan Perdasus dan implementasi untuk melindungi hutan sagu Papua,” tegasnya.

Aries juga mendorong masyarakat untuk kembali membiasakan konsumsi sagu dan papeda sebagai makanan khas keluarga di Papua. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius M. Ayorbaba mendorong adanya sertifikat indikasi geografis untuk melindungi sagu Papua. Dengan adanya sertifikasi tersebut, diharapkan kawasan hutan sagu tidak dialihfungsikan untuk kepentingan lain.

“Ketika sertifikat indikasi geografis dikeluarkan dan didukung regulasi, kami berharap kepala suku dan lembaga masyarakat adat dapat menjaga hutan sagu agar tidak dialihfungsikan untuk kepentingan apa pun,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini sertifikat indikasi geografis untuk sagu Papua belum tersedia. Sementara yang telah ada baru mencakup beras Merauke dan kopi Baliem.

“Kementerian Hukum dan HAM juga mendorong percepatan proses sertifikasi indikasi geografis agar kawasan sagu yang ada saat ini tetap terlindungi dan tidak berubah fungsi demi kepentingan pembangunan lain, sehingga sagu Papua tetap lestari sebagai sumber pangan lokal,” pungkasnya. (fia/ade)

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Krisis Stok Darah Mimika, PMI Desak Pemda Bangun UDD MandiriKrisis Stok Darah Mimika, PMI Desak Pemda Bangun UDD Mandiri

Krisis Stok Darah Mimika, PMI Desak Pemda Bangun UDD Mandiri

​Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…

1 day ago

Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ringkus Pelaku Penggelapan Uang di Morowali

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…

2 days ago

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Program Puncak Cerdas

Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…

2 days ago

TNI-Polri Sita Belasan Sajam dan Senapan Angin di Puncak Jaya

Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…

2 days ago

2 Dari 3 BB yang Didapatkan Dari Tangan TH Tak terdaftar di Samsat Jayawijaya

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…

2 days ago

Ekowisata Mangrove Pigapu, Babak Baru Kemandirian Adat Kamoro di Mimika

Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…

2 days ago