Ia mengatakan, kondisi Pemprov Papua dengan fiskal yang ada saat ini memberatkan pihaknya. Sehingga perlu mencari langkah-langkah baru dan langkah-langkah strategis untuk mendapat uang sesuai dengan ketentuan.
“Sebab itu, kami akan mengelola secara baik dan secara profesional untuk mencari uang dari perusahaan daerah yang sudah ada. Bahkan anak-anak perusahaan akan kami perbaiki semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Komisaris dan Manaiemen PT Irian Bhakti Mandiri wajib bekeria dengan prinsip Good Corporate Governance yaitu transparansi dan akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan.
“Tidak boleh lagi ada praktik-praktik pengelolaan yang tidak profesional, tidak terdokumentasi dengan baik atau menyimpang dari ketentuan hukum. BUMD harus dikelola sebagai intensitas bisnis yang sehat, bukan sekadar simbol kepemilikan daerah,” tegasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…
Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum…
Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…
Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…
Kepala Kejari Merauke Paris Manalu mengungkapkan, dalam laporan yang diterima pihaknya terdapat dugaan lima kegiatan…
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…