Tomi Mano menambahkan, sikap politik tersebut bukan keputusan personal semata. Sejumlah elemen masyarakat, termasuk gereja-gereja di Papua, juga siap menjalankan peran check and balance terhadap pemerintahan saat ini.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan di DPR Papua juga menyatakan sikap yang sama, yakni berada di luar pemerintahan. Ia menekankan bahwa sikap tersebut bukan didasari kebencian terhadap Gubernur Mathius Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, melainkan bentuk konsistensi menjaga integritas dan kehormatan suara rakyat Papua.
“Kami tidak bisa dengan mudah menghianati harapan rakyat yang telah memperikan suara dan kepercayaannya. Karena politik tidak berjalan sesuai relnya, maka inilah konsekuensinya. Kami akan menjaga suara itu,” pungkas Tomi Mano. (rel/ade)
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…