Tomi Mano menambahkan, sikap politik tersebut bukan keputusan personal semata. Sejumlah elemen masyarakat, termasuk gereja-gereja di Papua, juga siap menjalankan peran check and balance terhadap pemerintahan saat ini.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan di DPR Papua juga menyatakan sikap yang sama, yakni berada di luar pemerintahan. Ia menekankan bahwa sikap tersebut bukan didasari kebencian terhadap Gubernur Mathius Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, melainkan bentuk konsistensi menjaga integritas dan kehormatan suara rakyat Papua.
“Kami tidak bisa dengan mudah menghianati harapan rakyat yang telah memperikan suara dan kepercayaannya. Karena politik tidak berjalan sesuai relnya, maka inilah konsekuensinya. Kami akan menjaga suara itu,” pungkas Tomi Mano. (rel/ade)
Page: 1 2
Capaian ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya generasi baru akademisi dan profesional…
Bupati Mimika Johannes Rettob membenarkan bahwa seluruh aparatur pelayanan dasar telah ditarik ke ibu kota…
Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara…
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah…
Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa…
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka…