Tomi Mano menambahkan, sikap politik tersebut bukan keputusan personal semata. Sejumlah elemen masyarakat, termasuk gereja-gereja di Papua, juga siap menjalankan peran check and balance terhadap pemerintahan saat ini.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan di DPR Papua juga menyatakan sikap yang sama, yakni berada di luar pemerintahan. Ia menekankan bahwa sikap tersebut bukan didasari kebencian terhadap Gubernur Mathius Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, melainkan bentuk konsistensi menjaga integritas dan kehormatan suara rakyat Papua.
“Kami tidak bisa dengan mudah menghianati harapan rakyat yang telah memperikan suara dan kepercayaannya. Karena politik tidak berjalan sesuai relnya, maka inilah konsekuensinya. Kami akan menjaga suara itu,” pungkas Tomi Mano. (rel/ade)
Page: 1 2
Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…
Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali. Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…
Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…