Untuk motif pembunuhannya sendiri, para pelaku menduga jika Michele merupakan mata-mata dari aparat keamanan yang sengaja dikirim untuk mengambil data pengungsi masyarakat Nduga. Dari situlah kecurigaan ini terus berkembang dan akhirnya disusun rencana untuk menghabisi.
Dikatakan, peristiwa ini terkuak saat ibu kandung korban, pada tanggal 29 Agustus 2023 mengetahui kejadian yang menimpa anaknya melalui media sosial Facebook bahwa putrinya telah menjadi korban penganiayaan yang berujung pada kematian.
“Korban telah dianiaya hingga meninggal dunia oleh sejumlah orang, dan ibu korban mengetahui hal ini dua hari setelah anaknya berpamitan untuk pergi ke Kota Wamena,” kata Kombes Pol. Benny.
“Motif di balik pembunuhan tersebut diduga terkait dugaan bahwa korban merupakan mata-mata dari aparat keamanan,” tambah Benny. Penyidikan ini terus berlanjut, dan polisi berkomitmen untuk memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan dan para pelaku harus bertanggung jawab atas tindakan keji yang dilakukan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk membantu dengan memberikan informasi yang relevan demi kelancaran penyelidikan lebih lanjut,” tegas Kabid Humas. (ade/wen)
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng PT Taspen (Persero) dan Bank Mandiri Taspen untuk membekali Aparatur…
Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026, melibatkan sebuah truk Toyota Dyna Long bernomor…
Jujuk Rianto menjelaskan, hingga saat ini pemerintah provinsi belum dapat menghitung potensi pendapatan yang akan…
Ketua Tim Kuasa Hukum dari Ludya E Logo, Yulianto, SH, MH menyatakan Praperadilan ini dilakukan…
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…