Wednesday, March 25, 2026
27.5 C
Jayapura

Di Intan Jaya, Satu Prajurit TNI Dilaporkan Tertembak

JAYAPURA – Situasi keamanan di wilayah Meepago beberapa hari terakhir nampaknya mulai memanas. Setelah Kabupaten Dogiyai terjadi perampokan yang berujung dengan pembacokan seorang warga sipil yang akhirnya tewas, kini kontak senjata kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Korbannya dilaporkan seorang anggota TNI dari Satgas Pamtas Yon 500. Kontak senjata ini terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat TNI di wilayah Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam baku tembak tersebut, salah satu anggota TNI tertembak.

Prajurit yang tertembak yakni Sertu Haris Syafii dari Satgas Pamtas yang bertugas di Pos TK Titigi. Ia  mengalami luka tembak di bagian perut  namun dalam kondisi sadar. Juru Bicara TPN OPM, Sebby Sembom, Senin (14/4)  mengatakan bahwa Mayor Aibon yang memimpin kontak tembak ini.

Baca Juga :  Pusat Dukung Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan di Yahukimo

“Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya melaporkan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya yang dibantu dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama dan Yahukimo, yang mengakibatkan satu personil militer Indonesia dari Yonif 500 mengalami luka tembak dibagian perut,” kata Sebby, Senin malam

Tak hanya itu, TPN mengklaim bahwa yang menembak Sertu Haris adalah seorang sniper. “Militer Indonesia hentikan aktivitasnya di Intan Jaya dan segera keluar. Sniper TPNPB kami telah siaga, Pos Titigi, Pos Mamba dan wilayah kantor Bupati menjadi sasaran target penembakan, pasukan kami telah siaga,” tambahnya. Sementara rencananya, Sertu Haris akan dievakuasi ke RSUD Timika.

Sebby menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari perlawanan bersenjata terhadap kehadiran militer Indonesia di wilayah Papua. “Ini adalah bentuk perlawanan yang akan terus dilakukan terhadap penjajahan Indonesia di atas tanah leluhur kami,” ungkap Sebby. Hingga berita ini ditulis belum ada statemen resmi dari pihak TNI maupun Polri. (ade)

Baca Juga :  Tiga Saksi Dimintai Keterangan

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Situasi keamanan di wilayah Meepago beberapa hari terakhir nampaknya mulai memanas. Setelah Kabupaten Dogiyai terjadi perampokan yang berujung dengan pembacokan seorang warga sipil yang akhirnya tewas, kini kontak senjata kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Korbannya dilaporkan seorang anggota TNI dari Satgas Pamtas Yon 500. Kontak senjata ini terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat TNI di wilayah Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam baku tembak tersebut, salah satu anggota TNI tertembak.

Prajurit yang tertembak yakni Sertu Haris Syafii dari Satgas Pamtas yang bertugas di Pos TK Titigi. Ia  mengalami luka tembak di bagian perut  namun dalam kondisi sadar. Juru Bicara TPN OPM, Sebby Sembom, Senin (14/4)  mengatakan bahwa Mayor Aibon yang memimpin kontak tembak ini.

Baca Juga :  Sejak Januari, 20 Kontak Tembak Terjadi di Intan Jaya

“Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya melaporkan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya yang dibantu dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama dan Yahukimo, yang mengakibatkan satu personil militer Indonesia dari Yonif 500 mengalami luka tembak dibagian perut,” kata Sebby, Senin malam

Tak hanya itu, TPN mengklaim bahwa yang menembak Sertu Haris adalah seorang sniper. “Militer Indonesia hentikan aktivitasnya di Intan Jaya dan segera keluar. Sniper TPNPB kami telah siaga, Pos Titigi, Pos Mamba dan wilayah kantor Bupati menjadi sasaran target penembakan, pasukan kami telah siaga,” tambahnya. Sementara rencananya, Sertu Haris akan dievakuasi ke RSUD Timika.

Sebby menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari perlawanan bersenjata terhadap kehadiran militer Indonesia di wilayah Papua. “Ini adalah bentuk perlawanan yang akan terus dilakukan terhadap penjajahan Indonesia di atas tanah leluhur kami,” ungkap Sebby. Hingga berita ini ditulis belum ada statemen resmi dari pihak TNI maupun Polri. (ade)

Baca Juga :  TNI Klaim Tiga Anggota OPM Kembali ke NKRI

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya