Categories: BERITA UTAMA

Guru dan Nakes di Korowai Diungsikan

JAYAPURA–Insiden penembakan pesawat di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, yang menewaskan dua awak kabin, tidak hanya berdampak pada aspek keamanan semata. Impactnya lebih luas. Sejumlah guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Korowai memilih mengungsi ke Jayapura demi keselamatan jiwa.

Ini juga sesuai dengan instruksi gubernur untuk segera mengevakuasi para tenaga kesehatan dan guru yang masih berada disekitar lokasi. Sebanyak sembilan orang terdiri dari enam tenaga pengajar dan tiga tenaga medis dievakuasi menggunakan Pesawat MAF jenis Codiak PK-MEF yang dipiloti Capt. Thomas Allen Bolser, Kamis (12/2).

Rombongan diberangkatkan dari Boven Digoel dan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 15.29 WIT. Enam tenaga pengajar yang ikut dalam evakuasi tersebut yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Nonik. Sementara tiga tenaga perawat medis adalah Suster Grace, Rifal, dan Anton. Setibanya di Sentani, mereka beristirahat sejenak sebelum meninggalkan area PT MAF menuju penginapan di kawasan Jalan Pasir Sentani dengan pendampingan petugas.

Evakuasi dilakukan menyusul aksi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pilot dan kopilot sehari sebelumnya yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Situasi tersebut membuat para guru dan tenaga medis yang bertugas di Korowai merasa terancam sehingga harus segera dievakuasi.

Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kejadian menonjol dan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Hal ini, menurutnya, menimbulkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kejadian ini menjadi duka bersama bagi kami di Boven Digoel. Ini adalah peristiwa yang sangat menonjol dan baru pertama kali terjadi di wilayah kami. Kami merasakan betul dampaknya, bukan hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap rasa aman masyarakat,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Jaksa Sita Rp300 Juta Terkait Korupsi Lahan Kebun di Mimika

Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…

12 hours ago

Ondoafi Maribu Klaim Lahan Sekolah Rakyat Milik Suku Yarusabra

Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…

13 hours ago

Jalan Bongge Belum Masuk Destinasi Wisata Resmi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…

14 hours ago

Banyak Peternak Baru, Hanya Pembinaan dan Pemasaran Perlu Diperkuat

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…

15 hours ago

Wajah Depan Kab. Keerom AKan Ditata Sebaik Mungkin

- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…

16 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Salah Satu Penginapan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan,  melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …

17 hours ago