

Tampak warga Kota Jayapura saat melakukan aktivitas olahraga mini soccer di salah satu lapangan yang ada di Kota Jayapura beberapa waktu lalu. (foto:Erianto / Cenderawasih Pos)
Ketika Mini Soccer Menjadi Olahraga Primadona Baru
Olahraga mini soccer mulai menjamur di tengah masyarakat Kota Jayapura, berbanding terbalik dengan animo futsal yang mulai sepi peminat.
Laporan_Erianto :
Futsal merupakan salah satu olahraga yang paling digemari oleh warga di Kota Jayapura. Namun, dua tahun terakhir, harmoni itu mulai memudar. Kini, suara riuh justru berpindah ke lapangan terbuka berumput sintetis. Tren mini soccer sedang berada di puncaknya, sementara bisnis lapangan futsal mulai merasakan hantaman sepi.
Dalam dua tahun terakhir, fenomena mini soccer meledak di Ibu Kota Provinsi Papua ini. Tercatat, setidaknya sudah ada sekitar 10 lapangan mini soccer yang berdiri dan tersebar di berbagai sudut kota.
Jika ingin bermain mini soccer di akhir pekan pada jam primetime (16.00 – 22.00 WIT), jangan harap bisa datang langsung dan bermain. Di Jayapura, memesan lapangan mini soccer sudah seperti mengantre tiket konser.
Padahal, dari segi harga, mini soccer jauh lebih menguras kantong dibandingkan futsal. Jika menyewa lapangan futsal berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per jam, tarif mini soccer di Jayapura bisa mencapai Rp 500.000 hingga Rp 900.000 satu jam, tergantung fasilitas dan waktu bermain.
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…