Categories: FEATURES

Rumput Sintetis Mini Soccer Mulai “Mencuri” Panggung Futsal

Namun, harga selangit itu tak menyurutkan minat warga. “Kalau mau main Sabtu atau Minggu sore, kami harus pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau mendadak, pasti sudah penuh,” ujar Sujarwo salah satu penikmat mini soccer.

Kondisi berbanding terbalik dirasakan para pengelola lapangan futsal. Beberapa titik yang dulunya menjadi pusat keramaian kini mulai sepi pesanan.

Kursi penonton yang biasanya riuh, kini lebih sering kosong. Daya tarik bermain di lapangan terbuka dengan atmosfer menyerupai sepak bola lapangan besar tampaknya menjadi alasan utama banyak warga beralih haluan.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua, Daud Arim, mengakui adanya dampak nyata terhadap ekosistem futsal di Jayapura. Menurutnya, mini soccer adalah bagian dari sepak bola yang saat ini sedang berada di puncak popularitas karena sifatnya yang masih baru.

Tapi Daud membenarkan bahwa banyak lapangan futsal yang mulai sepi karena orang-orang “hijrah” ke lapangan mini soccer. “Sebagai hal baru di Jayapura, mini soccer memiliki daya pikat yang tinggi bagi masyarakat yang ingin mencoba suasana berbeda,” ungkap Daud kepada Cenderawasih Pos, Kamis (12/2).

Sepinya futsal juga disinyalir karena belum adanya agenda turnamen besar yang memacu tim-tim untuk rutin berlatih di lapangan futsal. Meski saat ini mini soccer sedang di atas angin, AFP Papua tidak tinggal diam. Langkah strategis telah disiapkan untuk menarik kembali minat para pecinta futsal.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Terduga Pelaku Penikaman Di Sentani Diamankan

Penanganan kasus tersebut dilakukan setelah Team Opsnal menerima penyerahan terduga pelaku dari anggota Sat Intelkam…

21 hours ago

Fakta atau Mitos: Menangis Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Menangis merupakan respons alami yang dirasakan seseorang untuk mengungkapkan beberapa emosi baik sedih maupun bahagia.…

22 hours ago

Di Nduga Menangis Sambil Robek Baju, Tempuh 13 Jam Jalan Kaki ke Omon

Dulu, Gubernur Lukas Enembe sempat mengeluarkan penyataan aneh namun masuk akal. “Jika ingin membangun Papua…

22 hours ago

Ada 32 Penari yang Dibina, Prioritaskan Anak OAP Jadi Atlet Barongsai

Gerakan lincah dan atraktif dari para penari ini membuat para pengunjung sontak bersorak memberi semangat.…

23 hours ago

Mantan Pekerja Asrama SHP Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan

Esther menjelaskan, dirinya bersama sang suami mulai bekerja di Sekolah Papua Harapan yang berada di…

23 hours ago

Pasca Perayaan Imlek, Siapkan Festival Lampion

Sekretaris Vihara Arya Dharma Kotaraja Jayapura Hendri Festival lampion melambangkan harapan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kehidupan…

24 hours ago