Ia mengkritisi soal lokasi yang digunakan untuk deklarasi. Jika menggunakan Nederlands New Guinea maka bisa saja hal tersebut dikatakan memenuhi syarat. Tapi ketika itu dilakukan dengan nama Melanesia Barat yang bukan wilayah kolonial Belanda. “Kalau tidak memenuhi syarat maka akan kembali ke titik nol,” imbuhnya.
“Jadi saya bisa katakan bahwa proklamasi yang dilakukan ibarat melalui jalan tua hanya saja legal standingnya tidak ada,” tambahnya. Forkorus sendiri menyampaikan sudah pernah mentawarkan dan mengajak untuk berfikir realistis dan sesuai dengan aturan main akan tetapi masing – masing mau berjuang sendiri apalagi saat ini ia melihat ULMWP juga terpecah menjadi dua.
Satu di dalam negeri dan satu juga di luar negeri. “Saya tanya sebenarnya kita berjuang apa sebab ada yang keliru sehingga semua harus bersatu,” imbuhnya.
NFRPB sendiri kata Forkorus tidak tinggal diam. Upaya melobi negara pasifik hingga kini masih dilakukan seraya menyiapkan struktur organisasi. “Kemarin saya melantik mendagri dan menteri hukum dan HAM termasuk pemimpin di beberapa kabupaten. Ini bagian dari syarat yang harus dipenuhi sehingga yang jelas kami tidak diam melainkan mempersiapkan semuanya dan saya pikir ini waktunya saya turun gunung,” tutupnya.
Sementara itu Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto mengatakan pada pihaknya mendapat informasi bahwa pada Kamis, 14 Desember sekelompok orang hanya akan menggelar doa bersama. “Mereka akan gelar doa bersama, jadi tidak ada aksi di jalan,” katanya, Rabu (13/12).
Namun walaupun hanya digelar aksi doa bersama, tetapi Polsek Abepura akan tetap siaga. Hal itu bertujuan untuk antisipasi terjadinya hal di luar dugaan. “Kita tetap siaga, tapi memang informasinya mereka hanya gelar aksi doa bersama di wilayah Abepura,” ujarnya.
Soeparmanto mengatkaan tidak akan mengerahkan pasukan yang berlebihan untuk mengamankan aksi doa bersama dari kelompok peringatan hari bintang 14 tersebut. “Kita tidak ada persiapan pengamanan yang intens, hanya seperti biasanya siaga waspada saja,” tandasnya.
Diapun menghimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa. “Kami akan menjamin kemanan masyarakat silakan beraktifitas seperti biasa,” pungkasnya. (ade/rel/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…
Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…
Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…
Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…