Categories: BERITA UTAMA

Konflik di Dogiyai, Pj Gubernur Papua Tengah Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Langsung Perintahkan Bupati Lakukan Penanganan

JAYAPURA –Pj Gubernur Papua Tengah Dr Ribka Haluk S.Sos, MM sesalkan kejadian di Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan adanya warga meninggal dunia.

Terkait kejadian tersebut, mantan Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua ini mengimbau masyarakat yang ada di Papua Tengah tidak terprovokasi dan hal seperti ini tidak terulang kembali. “Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi yang imbasnya hanya untuk merugikan masyarakat itu sendiri,” kata Ribka Haluk saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (13/11)

Ribka mengaku, terkait dengan kejadian di Dogiyai, setelah dirinya mendapatkan laporan dari Kapolres Dogiyai. Langsung meminta bupati setempat dan jajarannya segera melakukan penanganan. “Termasuk sudah berkoordinasi dengan Bupati Paniai, Deiyai, Nabire dan Bupati Puncak  untuk mengendalikan situasi daerah mereka masing masing,”  ungkapnya.

Menurut Ribka dari laporan yang ia terima, situasi di Kabupaten Dogiyai sudah kondusif dan terkendali. Sehingga itu, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Serta berharap pihak kepolisian bisa mengungkap penyelesaian kasus ini. “Saya minta masyarakat jangan terprovokasi dengan isu isu yang tidak benar,” tegasnya.

Ribka mengaku pemerintah setempat melakukan segala antisipasi, termasuk mengantisipasi adanya pengungsian. Hal ini mengingat terjadinya pembakaran di Kabupaten Dogiyai akibat dari kejadian ini.

“Kita masih terus melakukan antisipasi dan saya sudah perintahkan bupati setempat jangan sampai ada warga yang mengungsi, hingga kini bupati dan seluruh jajaran sementara melakukan  penanganan,” ucapnya.

Ribka berharap semuanya berjalan lancar dan aman untuk penanganan di Kabupaten Dogiyai. Juga dibutuhkan peran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat turut berpartisipasi dalam mengamankan situasi di daerah tersebut.

“Saya dapatkan laporan dari Bupati Paniai bahwa situasi kemarin sudah terkendali, jalan jalan yang diblokade akan segera dibuka. Dengan begitu, masyarakat akan tetap melaksanakan aktivitasnya seperti biasa,” harapnya.

Disinggung ada rencana ke Dogiyai pasca dilantik menjadi Pj Gubernur Papua Tengah ? Ribka menyampaikan jika dirinya pasti akan ke Dogiyai, mengingat dalam 100 hari kerja diantaranya pasti akan ada kunjungan ke daerah.

“Tetapi untuk saat ini masih ada urusan di Jakarta, sehingga saya sudah delegasikan tugas ini ke bupati setempat dan bupati sudah melakukan penanganan dan pengendalian agar kejadian ini tidak melebar,” jelasnya.

Ribka juga mengingatkan para bupati yang ada di wilayah Papua Tengah tetap mengendalikan situasi dan kondisi keamanan di wilayahnya masing masing. “Tetap waspada dan menjaga kondisi keamanan di kabupaten masing masing dan mendoakan supaya masyarakat tetap kondusif  dan bisa melaksanakan aktifitasnya sebagaimana biasanya,” pintanya.

Selain itu, masyarakat juga tidak boleh terprofokasi yang hanya merugaikan  diri sendiri. Jika ada permasalahan maka segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penanganan. “Karena negara ini negara hukum maka tidak diperkenankan main hakim sendiri,” pungkasnya. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago