“Bangun dialog dengan kelompok-kelompok khusus, sekalipun dengan KKB. Dengar apa jeritan hati mereka. Ini penting. Bukan berarti mengikuti kemauan mereka, tapi pemerintah bisa carikan solusi,” ujarnya. Uskup Yan menilai bahwa kelompok-kelompok yang menentang pemerintah lebih menginginkan kehadiran negara, pengakuan, dan penghargaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Kelompok-kelompok ini tidak minta uang dari negara. Mereka hanya mau dihargai dan diakui. Negara harus dengar keluhan mereka, lalu carikan solusi. Jika ini bisa dilakukan oleh Wapres, saya yakin tidak ada lagi konflik di tanah Papua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Uskup Yan menekankan pentingnya hasil dari dialog dan kerja-kerja Wapres selama di Papua dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah pusat.
“Semua dialog di akar rumput jangan hanya jadi catatan belaka, tapi jadi bahan evaluasi di pusat. Dari situ barulah dibuat program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Papua agar bisa hidup sejahtera,” pungkasnya (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton…
Dia menjelaskan pihaknya berharap fasilitas olahraga yang dibangun menjadi sarana bagi para siswa untuk…
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput sebagai…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…