Nerlince menegaskan bahwa sebagai lembaga kultural yang mewakili masyarakat adat, perempuan, dan agama dengan 42 anggota dari kabupaten/kota se-Papua, MRP memiliki tanggung jawab menjaga hak hidup OAP.
Ia menilai, tidak dilibatkannya MRP juga berdampak pada munculnya kesalahpahaman di masyarakat. Selama ini, MRP kerap menjadi sasaran kritik karena dianggap ikut menyetujui kebijakan yang merugikan masyarakat. “Faktanya, kami tidak pernah dilibatkan. Masyarakat perlu tahu ini, supaya tidak salah paham terhadap MRP,” tegasnya.
MRP pun meminta pemerintah pusat, termasuk presiden, untuk memastikan pelibatan MRP dalam setiap pengambilan kebijakan terkait pengelolaan sumber daya alam di Papua.
Ke depan, MRP berkomitmen akan menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil kembali pihak-pihak terkait, guna memastikan adanya koordinasi dan penghormatan terhadap amanat undang-undang. “Kalau MRP dilibatkan, kami pasti turun ke masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, dan memberikan pertimbangan yang berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…
Bergerak mandiri secara swadaya dengan tim inti tiga orang dan dibantu enam relawan, mereka rajin…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Kamus menjelaskan bahwa masuknya investasi berskala raksasa dalam wujud Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti perkebunan…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…
“Coba tanya Mensesneg, tapi rasanya beliau kurban sendiri,” lanjutnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebanyak…