

Natalis Tabuni, SS.,M.Si. ( FOTO: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA- Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.,M.Si.,menegaskan, asyarakat di wilayahnya tidak ada yang mengungsi.
“Terkait dengan adanya masyarakat di 8 distrik di Kabupaten Intan Jaya yang mengungsi ini tidak benar, walaupun ada peristiwa penyerangan dan penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang dilakukan KKB
beberapa hari lalu,” ucapnya, Sabtu (13/2) lalu.
Natalis menyebutkan bahwa saat terjadi aksi penembakan, masyarakat melarikan diri ke gereja untuk mencari tempat aman dalam berlindung. Saat ini Pemkab Intan Jaya bersama TNI-Polri telah melakukan pertemuan dalam upaya menjaga Kamtibmas dan saat ini kondisi Kabupaten Intan Jaya sudah kembali
kondusif.
“Kami mau klarifikasi pernyataan dan surat yang dibuat oleh Maximus H, sebagai pimpinan Yayasan Somatua yang menyatakan bahwa 8 distrik di Intan jaya masyarakatnya ada yang mengungsi. Pada kesempatan ini saya mau klarifikasi bahwa di Intan Jaya tidak ada pengungsi. Sekalipun ada itu tempat-tempat yang kontak senjata terjadi oleh KKB, masyarakat
merasa takut tidak, untuk mencari tempat perlindungan,” jelasnya.
Bupati juga telah menerima informasi dari pimpinan gereja dan tokoh adat dalam pertemuan bersama yang menyatakan tidak ada pengungsi di 8 distrik dan
situasi sudah kembali normal.
Oleh karena itu, Bupati Natalis Tabuni menegaskan bagi pihak-pihak yang tidak pernah ada di Intan Jaya jangan memperkeruh suasana. “Mari sama-sama merawat kamtibmas dan pembangunan di Intan Jaya dengan memberikan informasi yang bijak dan benar,” pungkasnya. (fia/dil/nat)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…