Ditambahkan Wakil Ketua I Dewan Adat Suku Sentani, Septinus Ibo bahwa apapun kegiatan yang direncanakan dan akan dilaksanakan pada 15 Agustus oleh pihak KNPB ini patut dihindari dan tidak diikuti sebab aksi ini jelang melanggar karena Indonesia adalah negara berdaulat. Yang memaksa harus diberi sanksi.
“Lalu rekan – rekan Ondoafi di lembah Gunung Cyclops diharapkan bisa mengontrol wilayahnya sebab kelompok yang kerap membuat resah ini tinggal di bawah Gunung Cyclop juga. Lalu TNI Polri harus mengawasi secara ketat, lakukan dengan protap atau cara yang sudah ditentukan,” pintanya.
Septinus mewakili DAS Sentani dengan tegas menolak aksi massa 15 Agustus. Ia juga mengingatkan bahwa di Sentani ada masyarakat adat yang memiliki ulayat. Disaat masyarakat Suku Sentani tidak melakukan aksi maka seharusnya masyarakat di luar Suku Sentani bisa menghormati itu.
“Jangan dilakukan di wilayah kami, ingat kamu dari mana dan jangan melakukan di tempat yang bukan asalmu. Silahkan lakukan aksi di tempat kamu berada, kembali kesana,” timpalnya.
“Sentani ujung tombak semua warga yang tinggal disini mau hidup damai dan jika dipaksakan maka bisa terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan dan tidak ada juga yang akan bertanggungjawab,” wantinya.
Senada disampaikan Ketua Organisasi Pejuang Garuda Merah Putih, Yonas Nusi. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Kelompok Khusus DPR Papua ini menyatakan bahwa untuk kelompok yang akan melakukan aksi pada 15 Agustus nanti jika aksi berisi upaya yang menentang pemerintah dan negara yang berdaulat maka pihaknya menolak secara tegas.
“Kami tolak dan meminta aparat menindak tegas bahwa aksi yang mengganggu stabilitas daerah. Jika penyampaian aspirasi dilakukan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat itu kami akan diterima dengan baik tapi inikan bertolak belakang. NKRI sudah final dan di dalamnya ada yang namanya Papua bagian integral dan tidak terpisah dari bangsa Indonesia. Itu yang harus dipahami,” tutup Yonas. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…