

Massa dari Kabupaten Tolikara saat melakukan penyerangan kepada caleg di Bandara Wamena, Selasa (12/3/) kemarin. (foto:Dok Polres Jayawijaya)
WAMENA-Setelah KPU Tolikara memindahkan pleno rekapitulasi dari Wamena ke Jayapura membuat sebagian simpatisan caleg geram.
Dimana massa mencegah agar mereka tak meninggalkan Wamena, bahkan massa sempat ingin menerobos ke Apron bandara Cargo Wamena yang dihalau aparat keamanan , sementara paginya massa kembali berulah paginya dengan melakukan sweeping dan penyerangan terhadap Caleg dari Tolikara di Bandara Wamena.
“Massa yang mencoba menerobos apron cargo bandara Wamena namun dihalau, sementara insiden pagi masa mencoba untuk melakukan sweeping terhadap PPD, Saksi parpol yang ingin berangkat ke Jayapura mengikuti pleno,”ungkapnya saat ditemui di Polres Jayawijaya Selasa (12/3) kemarin.
Akibatnya dari aksi sweeping yang dilakukan Massa Kabupaten Tolikara salah satu caleg PDIP atas nama Ketimin Wenda (44) sempat dianiaya hingga mengalami luka sayatan di tangan kanan sehingga harus diamankan dan dilarikan ke Klinik Polres jayawijaya untuk mendapat perawatan medis
“Jadi Massa dari Tolikara ini mencoba untuk menghalangi PPD, Saksi Parpol untuk berangkat ke Jayapura karena saya dapat informasi dari KPU Tolikara jika pelaksanaan plenonya di Jayapura,”kata kapolres jayawijaya
Menindaklanjuti masalah penganiayaan tersebut , Lanjut Heri Wibowo, pihaknya telah melakukan razia terhadap warga yang membawa sajam untuk mengejar caleg tersebut, sementara untuk pengamanan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Polres Tolikara,
“Kita masih menaruh personel di Bandara Wamena untuk mencegah adanya massa yang melakukan sweeping terhadap penumpang dari Kabupaten Tolikara khususnya untuk PPD dan saksi parpol yang akan berangkat dari Bandara Wamena ke Jayapura,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…