Harapan terbesar para guru adalah bisa diangkat menjadi ASN penuh waktu agar mendapatkan kepastian status sekaligus kesejahteraan yang lebih baik. Perbandingan antara gaji guru honorer Rp300 ribu dan penghasilan sopir pengantar MBG yang mencapai jutaan rupiah semakin memperkuat kritik terhadap kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.
Kesejahteraan guru honorer memang masih menjadi persoalan klasik, terutama di daerah terpencil. Sebagian besar menerima gaji di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Daerah seperti Jakarta disebut memiliki bayaran relatif lebih tinggi, sementara wilayah seperti Blora, Pati, dan sejumlah daerah pelosok masih berada di level terendah. Fakta ini dianggap mencerminkan belum meratanya perhatian terhadap tenaga pendidik, padahal mereka memegang peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mencatat sekitar 74 persen guru honorer dan kontrak memperoleh penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan. Bahkan, sekitar 20,5 persen atau ratusan ribu guru hanya menerima Rp500 ribu setiap bulan.
Melihat kondisi itu, Yunus Wonda, Bupati Jayapura, menegaskan komitmennya untuk menata kembali wajah pasar di…
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan komunitas mahasiswa Papua serta Melanesia yang sedang menempuh studi…
“Lokasinya akan berpindah sesuai kebutuhan. Menjelang Lebaran misalnya, digelar di halaman masjid. Begitu juga saat…
Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa sidak tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya…
Namun, di balik tradisi tersebut, masih banyak yang belum memahami makna sebenarnya dari angpao saat…
Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang bisa mendapatkan posisi struktural di pemerintahan. Karena itu, setiap…