Categories: BERITA UTAMA

Gaji Guru Honorer Rp300 Ribu Disorot

Besaran gaji yang berbeda-beda ini umumnya bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sekolah biasanya mengalokasikan sekitar 20 persen dana BOS untuk membayar tenaga honorer, sehingga kemampuan keuangan sekolah sangat menentukan.

Ironisnya, di tengah keterbatasan tersebut, anggaran program MBG disebut mencapai Rp223 triliun dari total anggaran pendidikan, memunculkan perdebatan soal prioritas belanja negara.

Menanggapi berbagai keluhan, anggota Badan Legislasi DPR RI Seli Andriani Gantina mendorong pemerintah menyesuaikan status serta formasi ASN guru berdasarkan kebutuhan riil di daerah. Ia mencontohkan sebuah wilayah yang kemampuan APBD-nya hanya sanggup membayar guru sekitar Rp130 ribu per bulan. “Kalau seperti itu, bagaimana para guru bisa mendapatkan penghidupan yang layak?” katanya.

Dalam regulasi sebenarnya telah ditegaskan bahwa tunjangan guru seharusnya mengikuti standar operasional dan mendekati UMK agar kesejahteraan lebih terjamin. Sementara itu, anggota Baleg DPR RI Firman Subagyo mendukung pembentukan Badan Guru Nasional sebagai langkah strategis memperbaiki tata kelola pendidikan. “Badan Guru Nasional penting untuk menentukan arah masa depan pendidikan dan memastikan nasib guru lebih baik,” ujarnya.

Banyak pihak menilai meningkatkan kesejahteraan guru bukan sekadar isu penghasilan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan nasional. Sulit mengharapkan proses belajar mengajar berjalan optimal jika tenaga pendidik masih dibayangi persoalan ekonomi. Ibaratnya, guru yang kebutuhan dasarnya belum terpenuhi akan kesulitan memberikan performa maksimal di kelas.

Karena itu, pengangkatan guru honorer menjadi ASN, pemberian tunjangan layak, serta perlindungan hukum dinilai sebagai langkah wajib jika Indonesia ingin mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Polemik gaji guru honorer Rp300 ribu pun menjadi pengingat bahwa reformasi kesejahteraan guru tidak bisa lagi ditunda. Tanpa perhatian serius, ketimpangan di sektor pendidikan berisiko semakin melebar. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Jangan Sampai Terlewat! 7 Makanan Khas Imlek yang Wajib Ada di MejaJangan Sampai Terlewat! 7 Makanan Khas Imlek yang Wajib Ada di Meja

Jangan Sampai Terlewat! 7 Makanan Khas Imlek yang Wajib Ada di Meja

Menariknya, tradisi ini masih terus dilestarikan hingga sekarang, termasuk di Indonesia. Jadi kalau kamu ingin…

6 hours ago

54.186 jiwa yang Dinonaktifkan, BPJS Minta Masyarakat Tak Panik

Ia menjelaskan, berdasarkan surat keputusan di atas, untuk jumlah secara nasional yang dinonaktifkan sekitar 11…

7 hours ago

Sebelas Sekolah Belajar Ubah Limbah Jadi Eco Enzyme

Sekretaris DKLH Papua, sekaligus narasumber proses pembuatan eco enzyme, Aries Toteles Ap, mengatakan pelatihan ini…

7 hours ago

Bupati Gusbager Ajak Masyarakat Flobamora Bangun Keerom

Kanisius Kango didapuk sebagai Ketua IKF Kabupaten Keerom untuk lima tahun kedepan. Proses pelantikan dipimpin…

8 hours ago

Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap Empat Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air

Berdasar keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan ada tiga sampai empat senjata api laras…

8 hours ago

Pembangunan Masjid Terapung di Hamadi Didukung CSR BSI

Perwakilan BSI, Muhammad Razaq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BSI dalam…

8 hours ago