

Para pendemo dari Dok V Jayapura ketika melakukan orasi di Lampu Merah Dok II Jayapura, Rabu (12/7). Usai satu jam berorasi, pendemo akhirnya membubarkan diri. foto: Gamel/Cepos
JAYAPURA – Aksi demo mendukung ULMWP yang dilakukan sekelompok massa di Lampu Merah Dok II Jayapura Rabu (12/7) pagi akhirnya tak berlanjut ke wilayah kota. Ini setelah pendemo dihentikan di lampu merah dan dijelaskan bahwa kelompok dititik lain tak lagi berkumpul.
Alhasil kelompok yang dipimpin Kaitanus Ikinia selaku Wakorlap memilih untuk balik kanan. Massa yang berjumlah sekitar 30 orang ini dipulangkan dengan diantar menggunakan truk aparat kepolisian.
Kelompok ini sebelumnya melakukan long march dari Yapis Dok V dan dalam barusan kelompok tersebut terlihat banyak anak anak kecil. Pendemo juga datang sambil membawa bendera beberapa bendera negara tetangga yang tergabung dalam MSG. Massa mulai berkumpul pukul 08.00 WIT dan kemudian berjalan kaki menuju Kota Jayapura dengan mengambil satu sisi ruas jalan.
Disini Ikinia menyampaikan bahwa ketakutan Indonesia adalah ULMWP msuk ke dalam MSG sebagai full member sebab jika sudah masuk maka akan dilindungi. “Itu yang ditakutkan Indonesia, kita bergabung dan memiliki kekuatan seperti negara Kanaki yang berjuang dari Perancis, ” ujar Ikinia, sejam lalu.
Namun disini meski tak bergabung dengan pendemo lainnya, ia menyampaikan bahwa masih ada cara lain sebagai jalan untuk merdeka. “Tapi yang perlu diingat adalah tidak ada kemerdekaan lewat Jakarta dan sudah banyak bukti, ” imbuhnya.
Aksi ini dikawal personil Polresta dipimpin Kabag Ops, Kompol Hanafi. “Awalnya kelompok dari Dok ini mau bergabung dengan yang di Abe dan Waena tapi kami sampaikan bahwa di Abe dan Waena sudah bubar jadi percuma saja kesana. Saya sampaikan karena disana sudah bubar makanya saya kesini, kalau tidak percaya silahkan hubungi, ” beberapa Hanafi.
Lalu setelah dihubungi ternyata betul dan akhirnya kelompok dari Dok V juga membubarkan diri. “Kami antar menggunakan dua truk, jadi tadi kami hanya menjelaskan saja jangan sampai jauh jauh ke sana lalu tidak ada orang dan mereka (pendemo) paham, ” tutup Hanafi. (ade)
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…