Categories: BERITA UTAMA

Kapolda : Hormati Pak Lukas Dengan Tidak Berulah

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D Fakhiri  meminta masyarakat di Papua terlebih kepada pendukung gubernur, Lukas Enembe untuk bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Yang sebaiknya dilakukan saat ini kata Fakhiri adalah mendoakan agar gubernur tetap sehat dan melewati semuanya dengan baik. Bukan justru protes yang kemudian melakukan penyerangan, pembakaran yang akhirnya dilakukan tindakan tegas oleh aparat keamanan.

Ia meyakini cara – cara kekerasan juga tak diingiinkan oleh Lukas Enembe karena Kapolda meyakini Lukas merupakan satu sosok negarawan yang juga menghormati proses hukum.  Ketika seorang pemimpin sudah patuh seharusnya pendukung atau masyarakatnya juga bisa melakukan hal yang sama.

“Saya cukup mengenal Pak Gubernur, beliau sosok negarawan, makanya ketika ditangkap disalah satu rumah makan beliau tak banyak protes. Beliau menghormati apa yang dilakukan KPK,” kata Fakhiri kepada wartawan pada zoom meeting di Mapolda Papua, Rabu (11/1).

Karenanya ia mengajak masyarakat untuk tidak melakukan hal – hal yang justru  merusak citra gubernur sebagai sosok yang patuh dan tunduk terhadap hukum. Tak perlu melakukan protes yang akhirnya merugikan diri sendiri.

“Yang perlu dilakukan adalah sama-sama membangun komunikasi, untuk mewujudkan Papua Tanah Damai  sekaligus mendoakan agar pak gubernur selalu sehat dan melewati semuanya,” jelas Fakhiri.

Ia menjelaskan, dalam penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK RI terhadap Bapak Lukas Enembe tersebut, peran Polda Papua adalah memberikan pengawalan dan pengamanan selama proses tersebut.

Polda membackup penuh hingga Lukas Enembe berada di Jakarta. “Tugas kami disitu, membackup KPK. Tapi tak hanya KPK, kalau kejaksaan atau pengadilan juga minta dibackup tentu kami akan menjalankan itu,” imbuhnya.

Ia pun mengakui dalam proses eksekusi Lukas Enembe, memang ada insiden yang terjadi. Namun berangsur pulih, untuk itu dirinya mengapresiasi seluruh masyarakat yang dapat menjaga keamanan serta situasi yang kondusif di Papua, terkhusus di Kota Jayapura Maupun Kabupaten Jayapura.

“Kami juga meminta agar para tokoh baik tokoh agama maupun tokoh adat bisa memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakatnya. Ini agar informasi-informasi yang bermunculan tidak justru membuat kekacauan di tanah ini,” tambahnya.

Sekedar diketahui Gubernur, Lukas Enembe dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana gratifikasi sebesar Rp 1 miliar oleh seorang pengusaha yang berkantor di Entrop. (ade)

newsportal

Recent Posts

Dorong Kolaborasi Eksekutif-Legislatif untuk Kesejahteraan Warga

  Terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Theos mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus terus…

5 hours ago

Pemkot Terima Dana Tambahan dan Kurang Bayar DBH Rp15 Miliar

  Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kota Jayapura, Dessy Wanggai, mengatakan DAU…

6 hours ago

Persipura Akan Hadapi Garudayaksa FC

Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…

7 hours ago

Tak Hanya Pemerintah, Paguyuban dan Warga Berlomba-lomba Garap Event Kemerdekaan

Susana jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 di Papua terlihat semarak. Meski dengan…

8 hours ago

5 Distrik di Numfor Siap jadi DOB

Dikatakan, momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Biak Numfor sangat Istimewa karena baru…

9 hours ago

Pemkab Keerom dan PLN Geser Jaringan Listrik demi Penataan Area Wisata

Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…

10 hours ago