

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Justin Tkatchenko di Swiss-Belhotel Papua, Kota Jayapura, Rabu (9/5). (foto:Elfira/Cepos)
Pj Gubernur Papua Berharap Beri Pengaruh Besar pada Pertumbuhan Berbagai Aspek di Papua
JAYAPURA – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Justin Tkatchenko di Jayapura, Rabu (8/5). Pertemuan dua Menlu tersebut dalam rangka kegiatan Senior Official Meeting (SOM) dan Joint Ministerial Committe (JMC) 2024.
Menlu Retno mengatakan, hubungan politik antara kedua negara (PNG-Indonesia) sangat kuat. Bahkan saling kunjung antar pemimipin kedua negara cukup intensif.
“Sebagai dua negara bertetangga yang berbagi perbatasan yang luas, kesepakatan ini penting untuk memperkuat keamanan bersama, di tengah dinamika geopolitik di kawasan. Di bidang kerja sama perbatasan, kami sepakat untuk mendorong kerja sama lebih lanjut guna memperkuat konektivitas di area-area perbatasan,” ucap Retno dalam sambutannya.
Selain itu, mengenai kerja sama ekonomi, dirinya menyambut baik pertumbuhan volume perdagangan Indonesia yang mencapai 247,6 juta dolar Amerika Serikat pada tahun lalu.
Oleh karena itu, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memulai studi kelayakan bersama mengenai Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement – PTA) antara kedua negara kita.
“Kami juga menyambut baik instalasi awal PLN dalam infrastruktur jaringan listrik di Wutung, dan ini adalah tahap pertama dari proyek tersebut, juga terkait kerja sama pembangunan. Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara Pasifik, termasuk Papua Nugini, untuk memperkuat kerja sama pembangunan,” ujarnya.
Indonesia kata Retno, membahas berbagai cara guna memastikan bahwa kerja sama pembangunan untuk Papua Nugini disesuaikan dengan kebutuhan Papua Nugini. Bahkan tahun ini, Indonesia telah menyiapkan empat proyek di antaranya.
Pertama, bantuan untuk memodernisasi Rumah Sakit Port Moresby yang akan segera dimulai. Kedua, telah memulai revitalisasi beberapa infrastruktur publik di Vanimo termasuk SD Wutung yang terletak di dekat titik perbatasan Skouw-Wutung.
Ketiga, beasiswa bagi pelajar dan PNS Papua Nugini dan keempat, Indonesia juga menyambut diplomat dari Papua Nugini dan negara negara Pasifik lainnya untuk mengikuti pelatihan diplomatik muda pada Juni ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Justin Tkatchenko mengatakan, pertemuan ini adalah sejarah. Pertemuan itu juga diharapkan memberikan manfaat penting bagi kedua negara.
“Pertemuan ini berfokus pada isu bilateral kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang. Seperti pada bidang keamanan, ekonomi dan pembangunan,” ucapnya.
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…
Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…