Categories: BERITA UTAMA

Satu Truk dan Dua Alat Berat Dibakar di Pegubin

Jangan Ganggu Pembangunan Jalan!

JAYAPURA-Orang tak dikenal membakar satu unit truk dan dua unit alat berat milik PT. Wijaya Karya (Wika) di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Rabu (8/9).

Terhadap kejadian pembakaran tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menegaskan tidak boleh ada satu kelompok mengatasnamakan kelompok apapun bahkan apalagi kelompok merdeka yang menganggu pembangunan jalan trans di tanah Papua.

Menurut Mathius Fakhiri, menganggu pembangunan jalan di Papua sama saja menghambat pemerintah untuk membuka keterisolasian di daerah pegunungan.

“Kami akan mengambil langkah tegas. Saya meminta di semua titik untuk memberikan layanan yang lebih soft sehingga tidak membuat gejolak baru dari dampak penindakan yang kita lakukan,” ucap Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan, Kamis (9/9).

Langkah soft tersebut lanjut Kapolda, harus dilakukan  sehingga siapapun yang datang ke Papua akan merasa nyaman dan aman saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

“Saya tidak mau ada gangguan di daerah pegunungan yang membuat suasana para atlet yang hadir di tanah Papua merasa kurang kondusif,” kata Kapolda.

Kapolda meminta, lokasi pembangunan yang belum ada pengawalan untuk sementara dihentikan. Sehingga tidak ada dampak dari tindakan aparat membuat suasana kurang baik.

Secara terpisah, Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP. Cahyo Sukarnito menyampaikan pihaknya belum mengetahui pelaku pembakaran truk dan dua unit alat berat di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang.

Ia menuturkan, Polres Pegunungan Bintang telah menerjunkan 30 personel ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi para pekerja ruas jalan tersebut. Total sekitar 70 pekerja PT Wijaya Karya di sana.

“Belum diketahui pelaku pembakaran dari kelompok mana. Karena belum ada saksi dan masyarakat setempat juga tidak tahu,” terang Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (9/9).

Lanjut Kapolres, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut untuk mengetahui penyebab dibakarnya alat berat milik PT Wijaya Karya.

“Kita senantiasa mendukung pengamanan setiap kegiatan yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang, apalagi pembangunan jalan kita siap mengamankan,” kata Kapolres.

Dikatakan, untuk saat ini pekerjaan jalan di daerah tersebut sementara dihentikan sembari menunggu petunjuk dari pimpinan mereka. 

“Mereka (pekerja-red) akan ke Oksibil hingga situsi membaik, untuk situasi Oksibil hinga saat ini kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Zepnat Kambu menyatakan dukungannya atas upaya pengawalan aparat keamanan di lokasi pembangunan jalan Trans Papua. 

Untuk 70 pekerja di Kampung Mangabid, Pegunungan Bintang, telah dievakuasi ke tempat yang aman. “Upaya ini untuk melindungi para pekerja setelah peristiwa pembakaran satu truk dan dua unit alat berat ekskavator,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

1 day ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

1 day ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

3 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

3 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 days ago