Categories: BERITA UTAMA

Warga Korban Banjir Mulai Berbenah, Pasar Youtefa Bak Tempat Pembuangan Sampah

JAYAPURA-Selepas banjir yang melanda hampir seluruh kawasan Kota Jayapura, warga termasuk para pedagang di Pasar Youtefa, Distrik Abepura mulai berbenah. Membersihkan rumah dan juga tempat jualan mereka.

 Di Pasar Youtefa, para pedagang menata kembali tempat jualan mereka, membersihkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Namun, tumpukan sampah masih saja tetap berserakan di Pasar Youtefa. Sementara parit parit yang menjadi tempat saluran air tidak berfungsi pasca banjir akibat lumpur dan tumpukan sampah.

Beberapa pedagang memilih menjual murah barang-barang mereka seperti pakaian, beras dan perabotan rumah.

Siti Mariam salah seorang pedagang menyampaikan, banjir kali ini yang terparah selama puluhan tahun berjualan di Pasar Youtefa.

 “Tahun sebelumnya memang sering banjir, tapi tak separah ini. Kemarin airnya naik mencapai sekitar tiga meter,” kata Mariam.

Kendati beberapa kali merasakan banjir dan kebakaran di Pasar Youtefa, ibu tujuh anak ini enggan meninggalkan Pasar Youtefa. Padahal, Pemkot Jayapura sudah membangun pasar di Otonom.

 “Sekalipun di sini (Pasar Youtefa, red) sering kebanjiran dan kebakaran, namun lokasinya bagus dan strategis. Sementara di pasar yang baru dibuat, lokasinya jauh dan pembeli malas datang ke sana karena lokasinya yang jauh,” ungkap Mariam.

Lanjut Mariam, namun, kalaupun memang pedagang benar-benar dipindahkan, maka semuanya harus dipindahkan, tidak boleh ada pedagang di Pasar Youtefa. Semunya harus dipusatkan di Pasar Otonom.

 “Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, namun saat banjir wakil wali kota turun ke lokasi,” ucapnya.

 Sementara itu, Yosep pedagang lainnya mengaku kesal dengan pedagang lainnya di Pasar Youtefa yang kerap membuang sampah di selokan ataupun tidak pada tempatnya.

 “Sudah banjir baru mau saling menyalahkan. Padahal sampah botol minuman dan lainnya selalu mereka buang di parit,” kesalnya.

 Sekalipun beberapa kali menjadi korban banjir di Pasar Youtefa, Yosep mengaku enggan pindah dari lokasi tersebut. Pasalnya, sudah puluhan tahun ia berjualan di Pasar Youtefa.

Yosep sendiri mulai membersihkan tempat usahanya sembari menunggu air surut di Pasar Youtefa.

Sementara pantauan Cenderawasih Pos di Perumahan Organda, Padang Bulan, Distrik Heram, banjir masih setinggi lutut orang dewasa. Beberapa warga mulai membersihkan rumah mereka, tumpukan sampah mulai diangkut dari lokasi menggunakan mobil truk. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BANJIR

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

9 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

10 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

11 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

12 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago