Categories: BERITA UTAMA

Penyidik Tipikor Gadungan Diringkus di Keerom

Minta uang sebesar Rp. 500.000 untuk Ongkos Kembali ke Jayapura, Tahun 2019, Rekannya juga Pernah Mengaku dari Pengawas Kejagung

KEEROM – Tim Khusus (Timsus), Opsnal dan Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Keerom mengamankan tiga pria yang mengaku sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri dan diduga berupaya melakukan penipuan terhadap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Keerom, Jumat (5/12).

Pengungkapan kasus ini bermula saat tim menerima informasi terkait adanya individu yang diduga akan memanfaatkan Kepala Keuangan Kabupaten Keerom dengan mengatasnamakan institusi penegak hukum. Berdasarkan informasi tersebut, tim langsung melakukan pemantauan di sekitar Kantor Keuangan.

Saat menunggu dilokasi, tim melihat satu unit mobil Daihatsu Terios hitam memasuki area kantor. Seorang pria turun dari kendaraan dan langsung menuju lobi kantor untuk meminta bertemu Kepala Keuangan.

Usai melakukan aksinya, tim langsung mengamankan pria tersebut dan membawanya ke Mapolres Keerom untuk pemeriksaan.

Dari hasil interogasi, pria itu mengaku berinisial JC (41), yang mengklaim sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri. Dalam pengakuannya, JC mengatakan dirinya juga telah datang dan melakukan hal yang sama sehari sebelumnya di kantor dinas PUPR Kabupaten Keerom.

Setelah itu Ia juga meminta uang sebesar Rp. 500.000 kepada Kepala Keuangan dengan alasan ongkos kembali ke Kota Jayapura.

Dua pria lain yang turut diamankan yaitu AFAW (26) dan AS (30), masing-masing mengaku hanya diminta JC untuk menemani perjalanan ke Kabupaten Keerom dan menunggu di kendaraan.

Selain itu, diketahui bahwa JC pernah diamankan pada tahun 2019 oleh Polsek Japsel karena mengaku sebagai pegawai pengawas Kejaksaan Agung dan sempat menjalani hukuman tiga bulan di Lapas Abepura.

Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, melalui Kasat Reskrim AKP Jetny L. Sohilait, menegaskan bahwa Polres Keerom akan bertindak tegas terhadap setiap pihak yang mencoba memanfaatkan atau mencatut nama institusi penegak hukum untuk kepentingan tertentu, apalagi untuk melakukan penipuan.

“Kami tidak mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik institusi Polri. Setiap upaya penyalahgunaan identitas kedinasan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya, Minggu (7/12).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Mama-mama Tolak Bantuan Sembako dari Wapres

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diinginkan para pedagang sehingga bantuan paket…

4 hours ago

Kabupaten Jayapura Konsisten Berproses Menuju Kota Layak Anak

Ia menegaskan, meskipun belum berhasil naik level, Pemerintah Pusat tetap memberikan apresiasi karena Kabupaten Jayapura…

4 hours ago

Polres Biak Numfor Bongkar Mafia BBM Subsidi

Operasi penindakan yang dilakukan oleh Satreskrim melalui Unit Tipidsus ini menyasar beberapa lokasi strategis di…

5 hours ago

Edarkan Tramadol, Seorang Pria di Mimika Ditangkap

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026) menjelaskan, penangkapan itu berlangsung…

5 hours ago

Disdik Jayawijaya Pertanyakan Status Kantor DPRP Papua Pegunungan

Wakil Ketua III DPRP Berthus Asso mengakui jika DPRP Papua Pegunungan telah didatangi oleh Dinas…

6 hours ago

Jelang Bulan Ramadan, Stok Sejumlah Komoditi di Merauke Menipis

Haidi Silvanaranti mengungkapkan, sejumlah komoditi yang stoknya mulai menipis tersebut diantaranya kentang, wortel, tomat. Kemudian…

6 hours ago