Categories: BERITA UTAMA

Pemkab Yahukimo Segera Bangun Pos TNI-Polri di Daerah Rawan

JAYAPURA – Rentetan peristiwa penyerangan terhadap warga sipil terus terjadi di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Terakhir, seorang pria yang diketahui sebagai penjual cilok berininsial AM diserang hingga mengalami luka tusuk pada Rabu (3/5) lalu.

Terkait rentetan peristiwa tersebut, Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram mengaku pihaknya serius menangani setiap peristiwa yang terjadi di wilayahnya.

  “Pemda sejauh ini serius menangani dan sedang melakukan upaya untuk proses hukum, untuk pencarian pelaku kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang,” tegas  Esau saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (8/5)

Selain itu kata Esau, pihaknya akan melakukan pembangunan pos-pos pengamanan TNI-Polri di titik titik yang dianggap rawan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.  “Dengan didirikannya pos TNI-Polri, zona merah yang ada di Yahukimo bisa diminimalisir,” kata Esau.

Kendati demikian, Wakil Bupati Yahukimo minta warga setempat turut waspada dan ikut bertanggungjawab menjaga situasi kondusifitas di wilayah tersebut. Termasuk menjaga keamanan dan kedamaian.

“Perlunya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. Kami juga sudah lakukan pertemuan  dengan seluruh kepala suku dan paguyuban yang ada di Kabupaten Yahukimo, dari pertemuan tersebut. Masing maisng suku dan setiap wilayah ikut bertanggungjawab menjaga Kamtibmas,” terangnya.

Esau menyebut jika gereja, pemerintah dan kepala suku bersepakat menjaga keamanan di Yahukimo. Namun, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas di waktu-waktu yang sepi atau dimalam hari.

“Kami berharap masyarakat bisa bekerja diwaktu yang terang supaya pada sore hari  atau malam hari tidak boleh keluar rumah, juga tidak beraktivitas di tempat yang sepi sendirian, harus tetap waspada,” imbaunya.

Terkait dengan penyebab penyerangan mau pun pembacokan terhadap warga sipil di Yahukimo, Esa mengaku tidak tahu pasti penyebabnya. Semua akan terungkap dengan kinerja aparat yang ada di wilayah tersebut.

Menurut Esau, sepanjang tahun 2023 sudah ada lima hingga enam kasus pembacokan atau pun penyerangan terhadap sipil di Yahukimo.

“Kami juga belum tahu penyebab penyerangan dan pembacokan tersebut, semuanya bisa diungkap oleh aparat,” kata Esau.

Sementara itu, untuk aktivitas pemerintahan, masyarakat dan perekonomian. Esau menyebut berjalan seperti biasa dan situasi Yahukimo saat ini kondusif. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

17 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

18 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

24 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago