Categories: BERITA UTAMA

Kapolda: Serahkan Diri dan Kembali ke Masyarakat, Kita Berikan Maaf

Irjen Pol Mathius D Fakhiri ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kembalinya Gubernur Negara Republik Federal Papua (NRFPB) Provinsi Meepago beserta 17 orang pengikutunya ke pangkuan NKRI, disambut baik oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.

“Kami harap setelah dia sadar,  dia mau kembali kepada masyarakat dan melakukan hal-hal yang sebagaimana warga negara biasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di Kabupaten Nabire,” ungkap Kapolda Mathius Fakhiri di Timika, Jumat (7/5).

Menurut Mathius Fakhiri, semakin banyak organisasi kelompok masyarakat yang sebelumnya membangkang terhadap negara dan jika mau kembali ke NKRI, dirinya sangat bersyukur. Diharapkan banyak kelompok yang berseberangan kembali ke NKRI.

“Kalau mereka menyerahkan diri, ya kami memberikan maaf, yang penting dia bisa kembali kepada masyarakat dan mau melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat biasa. Saya akan memberikan konpensasinya,” ucapnya.
Dirinya berharap bagi kelompok yang berjuang dengan senjata api segera menyerahkan senjata api dan kembali di kampungnya. Membangun kampungnya bersama masyarakat itu syarat yang sangat mudah. “Untuk perbuatan mereka bisa kita maafkan,” tegas Kapolda.
Menurut Kapolda, NRFPB lahir di daerah Sentani tepatnya di Kampung Kertosari dengan pimpinanya Forkorus saat itu. Kelompok ini didirikan tahun 2010, dimana Mathius Fakhiri saat itu masih menjabat sebagai Kapolres Jayapura.

Sepak terjang kelompok ini setelah terbentuk tahun 2010silam banyak main dengan tulisan saja, mengangkat diri sendiri. Kalau ada banyak kegiatan menonjol dia tampil lagi seperti kejadian  RDPW di Merauke beberapa waktu lalu. “Marilah kita berpikir yang rasioanl untuk bagiaman menjadi warga negara yang baik,” pinta Kapolda.

Disinggung apakah ada sayap politik mereka yang lain, Kapolda menyebut kelompok ini memiliki sayap politik lebih dari satu. Menurutnya banyak yang bisa tampil selain ULMWP dan KNPB. 

“Itu sayap sayap politik mereka. Di bawah KNPB juga ada sayap politiknya. Kita berusaha secara soft  melakukan komunikasi selama mereka masih pada batas koridor yang tidak melanggar hukum, kita akan ingatkan. Tetapi kalau melanggar hukum kita akan tindak sesuai degan prosedur yang berlaku,” tutupnya.

Sebelumnya, NRFPB  Provinsi Meepago Nabire Alex Hamberi bersama 17 orang pengikutnya  kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (4/5) malam.

Di hadapan para ketua Adat Kampung Sima dan Aparat NKRI, 18 orang tersebut mengaku menyerahkan diri kembali kepada NKRI. Mereka juga membentang bendera merah putih sekaligus menciumnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

13 hours ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

14 hours ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

15 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

16 hours ago

Ragam Busana Nusantara Warnai Karnaval Budaya

Karnaval yang diikuti berbagai instansi dan paguyuban Nusantara ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat…

17 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

19 hours ago