Categories: BERITA UTAMA

Dirujuk Dengan Kondisi Panah Tertancap

Satu Korban Dirujuk ke Makassar

JAYAPURA – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura mengkonfirmasi sebanyak 12 orang yang dirawat imbas dari peperangan antarkelompok di Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah. Dari jumlah tersebut, empat orang sudah dipulangkan sedangkan delapan lainnya masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Jayapura.

Plt Direktur RSUD Jayapura, dr Aaron Rumainum menyampaikan kondisi mereka stabil. Rata-rata pasien mengalami luka panah. “Rata-rata mereka mengalami luka panah di area penting, rencananya satu orang akan dirujuk ke Makassar,” kata dr Aaron usai memantau kondisi para pasien di RSUD Jayapura, Senin (7/4).

Kata dr Aaron, pasien ini ada yang datang pada Kamis (3/4), Sabtu (5/4) dan terakhir Senin (7/4) dengan satu pasien. Ia pun turut menyoroti pasien yang disebabkan perang antarkelompok. Sebab, secara tidak langsung kata dr Aaron ini turut mempengaruhi lonjakan pasien di RSUD Jayapura. Akibatnya, pasien yang ada di Jayapura dan sekitarnya tidak bisa dilayani.

“Rumah sakit ini bukan hanya merawat pasien yang diakibatkan perang, namun juga merawat pasien dengan sakit tertentu yang berada di sekitar Jayapura, Keerom dan daerah lainnya,” tegas dr Aaron.

Kata dr Aaro, pihaknya akan menerima pasien sesuai dengan ketersediaan tempat tidur yang ada di rumah sakit. Jika penuh, maka pihaknya akan membatasinya. Sebab, mustahil dipaksakan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

54 minutes ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

2 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

3 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

4 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

4 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

5 hours ago