

Plt Direktur RSUD Jayapura, dr Aaron Rumainum saat mengontrol kondisi salah satu pasien korban perang antarkelompok di Puncak Jaya yang saat ini sedang dirawat di RSUD Jayapura, Senin (7/4). (foto:Elfira/Cepos)
Satu Korban Dirujuk ke Makassar
JAYAPURA – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura mengkonfirmasi sebanyak 12 orang yang dirawat imbas dari peperangan antarkelompok di Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah. Dari jumlah tersebut, empat orang sudah dipulangkan sedangkan delapan lainnya masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Jayapura.
Plt Direktur RSUD Jayapura, dr Aaron Rumainum menyampaikan kondisi mereka stabil. Rata-rata pasien mengalami luka panah. “Rata-rata mereka mengalami luka panah di area penting, rencananya satu orang akan dirujuk ke Makassar,” kata dr Aaron usai memantau kondisi para pasien di RSUD Jayapura, Senin (7/4).
Kata dr Aaron, pasien ini ada yang datang pada Kamis (3/4), Sabtu (5/4) dan terakhir Senin (7/4) dengan satu pasien. Ia pun turut menyoroti pasien yang disebabkan perang antarkelompok. Sebab, secara tidak langsung kata dr Aaron ini turut mempengaruhi lonjakan pasien di RSUD Jayapura. Akibatnya, pasien yang ada di Jayapura dan sekitarnya tidak bisa dilayani.
“Rumah sakit ini bukan hanya merawat pasien yang diakibatkan perang, namun juga merawat pasien dengan sakit tertentu yang berada di sekitar Jayapura, Keerom dan daerah lainnya,” tegas dr Aaron.
Kata dr Aaro, pihaknya akan menerima pasien sesuai dengan ketersediaan tempat tidur yang ada di rumah sakit. Jika penuh, maka pihaknya akan membatasinya. Sebab, mustahil dipaksakan.
Page: 1 2
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…