“Kita tidak menolak pasien namun keterbatasan tempat tempat tidur dan ruangan, seperti kemarin ruangan penuh secara otomatis kami tidak bisa menerima pasien,” sambung dr Aaron.
Menurutnya, konflik antarkelompok di Papua khususnya di Puncak Jaya tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab jika perang ini dibiarkan, dipastikan tidak akan ada rumah sakit yang menampung pasien akibat perang antarkelompok sekaligus sebagai pembelajaran bagi mereka yang bertikai.
Mengingat banyak pasien yang harus ditangani selain pasien yang diakibatkan perang antarkelompok.
“Saya minta Pemerintah Provinsi Papua Tengah harus belajar dari Provinsi Maluku. Ketika terjadi pertikaian antarkelompok, gubernur, Kapolda dan Pangdam turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi,” terangnya.
Ia pun meminta Gubernur Papua Tengah, Kapolda dan Pangdam harus menyelesaikan konflik yang terjadi sekaligus mengambil tindakan tegas. Sebab jika tidak, maka rumah sakit tidak mampu menampung semua korban yang terluka akibat perang antarkelompok.
“Rumah sakit bukan hanya merawat pasien akibat korban perang, namun ada pasien lain yang perlu dirawat,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjelaskan persoalan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK yang berkaitan dengan…
Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan pemerintah provinsi tetap berupaya memastikan program-program prioritas
Musim mangga golek mulai terasa di Pasar Pharaa Sentani. Dalam tiga pekan terakhir, pasokan mangga…
Pemerintah Kabupaten Tolikara secara resmi membuka Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026, Rabu, 12 Agustus…
Menurut Abdul Rahman, Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah kegiatan bagi anak dan remaja, tetapi…
Pemerintah Provinsi Papua mendapat tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp85 miliar untuk tahun…