“Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama. Semua pihak perlu mengedepankan prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional dalam setiap situasi konflik bersenjata,” ujarnya.
Kata Theo, YKKMP akan terus berupaya membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna memantau langsung perkembangan situasi di wilayah tersebut. Ia juga mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pengungsi internal di Tanah Papua.
Atas kondisi tersebut, YKKMP menyampaikan sejumlah sikap, antara lain mendorong pemerintah membuka ruang dialog, memberikan akses pemantauan bagi jurnalis independen, membuka akses bagi Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta memastikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi internal. (fia/ade)
Perwakilan masyarakat adat Kampung Nafri, Kristison Hanuebi, mengatakan, pihaknya telah dua kali mengikuti upaya fasilitasi…
Berkurangnya volume penerbangan baik pesawat cargo dan penumpang dalam satu pekan terakhir berdampak ketahanan stok…
Mahkamah memberikan tenggat waktu paling lama dua tahun untuk melakukan perubahan terhadap undang-undang tersebut sejak…
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Bambang Budiandoyo, menyatakan terkait dengan kondisi Kabut asap di…
Beban moril dipikul punggawa Persipura pada laga menjamu PSBS Biak di Stadion Sriwedari, Solo, pada…
Dalam kurun waktu 9 bulan, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil menangkap 22 orang…