Categories: BERITA UTAMA

Kemendagri Temukan Banyak Kejanggalan Program Pemerintah Papua

JAYAPURA – Ketua DPR Papua sementara DPR Papua, Tan Wie Long  mengaku merasa ada yang aneh dari hasil evaluasi yang dilakukan Kemendagri terkait postur anggaran dan program yang diajukan untuk tahun 2025. Hal tersebut terungkap dalam rapat internal DPR Papua yang telah diharmonisasi.

“Dalam dokumen APBD 2025 yang dikirim kepada Pemprov Papua oleh Kemendagri  setelah kami baca, pelajari dan mencermati ternyata banyak temuan-temuan yang direkomendasikan oleh Kemendagri untuk supaya dievaluasi,” jelas Tan Wie Long usai rapat, Selasa (7/1).

Oleh karena itu,dalam agenda rapat yang dipimpin diputuskan bahwa Rabu (8/1) pihaknya akan mengundang pihak eksekutif untuk bersama-sama membedah kembali hasil evaluasi Kemendagri tersebut.

“Kami minta eksekutif juga terbuka. Artinya, keterbukaan itu begini, ada hal-hal yang dievaluasi, ada hal-hal yang dikoreksi oleh Kemendagri, kita berharap eksekutif harus konsekuen dan gentle untuk supaya bisa menerima apa yang sudah dikoreksi oleh Kemendagri,” tambahnya.

Pihaknya juga merasa aneh dan prihatin mengingat ada sejumlah agenda-agenda kegiatan sepanjang tahun 2025 namun di beberapa posnya ternyata  tidak dianggarkan.

“Jadi, ini kan aneh bin ajaib, karena anggaran yang sudah kita sama-sama bahas dan tetapkan itu, kenapa kok sampai ada satuan – satuan kerja kami yang tidak diakomodir anggarannya. Contohnya, kegiatan pelayanan, kegiatan rapat-rapat komisi dengan mitra, itu sama sekali belum ada. Terkait dengan kegiatan pimpinan dan anggota DPR Papua untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan monitoring fungsi pengawasan, itu juga tidak ada. Oleh karena itu, ini menjadi keprihatinan kami,” bebernya.

Pihaknya berharap dalam rapat bersama eksekutif nanti  baik legislatif maupun eksekutif perlu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Ada beberapa item jika disimak ternyata perjalanan dinasnya justru jauh lebih banyak daripada anggota di DPR Papua.

“Padahal kami juga harus turun lakukan monitoring pembangunan di  dapil masing-masing guna menjalankan fungsi pengawasan. Tetapi ini tidak, kami DPR Papua justru sangat kecil,”  tambah Tan Wie Long.

“Besok kami akan duduk bersama eksekutif untuk melakukan harmonisasi, apa yang disampaikan oleh Kemendagri terkait tentang masalah rambu-rambu yang disampaikan kepada kami berasal dari dokumen yang sudah ada dari Kemendagri, itu akan kami minta supaya harus ditinjau ulang dan harus bisa dirubah,” tegasnya.

Pasalnya, Tan Wie Long menyampaikan ini berpotensi menjadi temuan-temuan dan diperiksa oleh BPKP dan juga masuk di dalam ranah hukum.  Oleh karena itu, kami lembaga DPR Papua akan menyampaikan ini besok melalui pimpinan definitif. “Sekali lagi perlu memikirkan sesuatu  yang lebih besar untuk kemaslahatan. Kami pikir kerja- kerja  pengawasan juga penting dilakukan termasuk terkait transparansi tadi,” imbuhnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

8 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

9 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

10 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

12 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

13 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

14 hours ago