Categories: BERITA UTAMA

Ayah Angkat Dikenal Warga Termasuk Ramah

Pelaku Lakukan Penganiayaan Dalam Kondisi Sadar, Bukan Dipengaruhi Miras

JAYAPURA – Pasangan suami istri yang merupakan Pelaku penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Organda Padang Bulan, Heram, Jayapura Kota pada, Jumat (3/1) lalu kini masih berproses hukum.  Diketahui sebelumnya pelaku ayah angkat korban berinisial NS (36) terlebih dahulu diamankan oleh pihak kepolisian. Sementara sang istri JY (36) diamankan oleh pihak kepolisian, Senin (7/1) setelah adanya penolakan dari pemilik kontrakan/Kos-kosan dan juga warga sekitar.

Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos, Senin (7/1) di tempat kejadian perkara (TKP), tempat pelaku tinggal tampak sepi, namun Aktivitas masyarakat disekitar komplek berjalan normal. Erik selaku  pemilik kos-kosan mengatakan kedua pelaku tinggal di kos miliknya itu hampir 4 tahun namun keduanya jarang sekali berada di kos.

“Kasusnya di kosan ini, tetapi mereka itu jarang tinggal di kos. Paling satu dua hari disini habis itu pulang lagi,” ujar Erik kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/1).

Dijelaskannya, JY merupakan seorang pendeta disalah satu Gereja GKI di Depapre, Kabupaten Jayapura. Sementara NS merupakan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua yakni seorang Satpol-PP.

Erik mengaku sangat kecewa dengan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum PNS dan pendeta tersebut. Karena itu dirinya mengambil langkah tegas mengusir keduanya dari kost itu.

“Saya tidak senang kekerasan terjadi disini, minum mabuk, makan pinang apalagi kasus kekerasan yang terjadi kemarin (kasus aniaya balita). Penghuni kos harus taati aturan dan tidak ada yang bebas semaunya,” tegasnya.

Lanjutnya, hingga saat ini korban masih dirawat intensif di RS Bhayangkara didampingi oleh orang tua asuh Alvaro (27) yang merupakan anak dari Erik. Pemilik kos menambahkan bahwa korban diketahui hidup bersama pelaku saat masih usia satu tahun. Selamat hidupnya pemililik kos mendengarv jika korban kerap mendapatkan perlakuan tidak adil dari pelaku, sering menangis dan dipukul.

“Sering terjadi, anak saya sering melihat dan mendengar kalau anak itu (korban) sering nangis. Bahkan mereka (warga) selalu telpon saya ketika saya sementara di Wamena terkait kondisi anak itu,” ungkapnya. Ditempat terpisah  salah satu warga komplek Organda menyebutkan pelaku adalah orang baik. Dirinya pun kaget ketika mendengarkan informasi tersebut.

Hal itu ia sampaikan karena beberapa waktu pelaku menawarkannya untuk berbonceng saat ketemu dijalan. Selain itu pelaku juga ramah dengan warga sekitar. “Keduanya baik sekali, bahkan dengan orang disini sering sapa ketika lewat ataupun ketemu,” jelas Margareta tentang pelaku kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/1)

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

8 hours ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

15 hours ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

16 hours ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

17 hours ago

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

18 hours ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

19 hours ago