Categories: BERITA UTAMA

Psikolog: Waspadai Dendam Masa Kecil

JAYAPURA – Kasus kekerasan seksual pada anak di Kota Jayapura kembali terjadi. Terbaru seorang pria paruh baya berinisial BN (58) hampir menjadi korban amukan massa lantaran telah mencabuli seorang anak perempuan berusia 10 tahun bertempat di salah satu sekolah dasar di Hamadi Distrik Jayapura Selatan, Selasa (4/11) sekira Pukul 12.30 WIT.

Peristiwa inipun mendapatkan respons dari Psikolog Universitas Cenderawasih (Uncen), lantaran kasus pelecehan seksual masih kerap terjadi. Mirisnya tak sedikit anak dibawah umur yang menjadi korban, sementara pelakunya orang dewasa.

Kepada Cenderawasih Pos Psikolog Uncen Dr. Yosefina Marijke Watofa. M. Psi menjelaskan bahwa biasanya pelaku melakukan kekerasan seksual itu terjadi karena adanya kesempatan dan keinginan untuk melampiaskan hasratnya.

“Kalau menurut saya penyebab orang melakukan kekerasan seksual ada dua sisi yaitu pelaku dan korban. Pelaku karena adanya kesempatan untuk melakukan dan keinginan melakukannya,” kata Yosefina kepada Cenderawasih Pos, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/7).

Sementara dari sisi, Psikolog menjelaskan jika korban tidak tau bagaimana melindungi diri dari tindakkan pelecehan. Kondisi karena kurangnya didikan dan kepekaan orangtua terhadap anak-anaknya.

Tegas Yosefina, seharusnya orang tua bisa mengajarkan anaknya agar bisa membela diri dalam keadaan dilecehkan ataupun tindakan kejahatan lainnya. “Kalau korban diam saja maka pelaku akan bertindak kian menjadi jadi,” ujarnya. Untuk menghindari hal tersebut, orang tua harus biasakan ajar anaknya agar jangan mau disentuh sembarang orang apalagi dianggota tubuh yang sensitif.

Hal ini ia sampaikan karena pelaku kejahatan ini tidak hanya dilakukan oleh orang tak dikenal saja tetapi orang terdekat juga bisa terjadi. “Dalam rumah pun tidak boleh menyentuh bagian-bagian tertentu dari tubuh anaknya terutama yang sensitif,” jelasnya. Lebih jauh Yosefina menjelaskan faktor lain pemicu dari tendensi tindakan kekerasan pada pelaku juga bermacam-macam, mulai dari kesiapan mental orang tua, kondisi ekonomi, hingga pengalaman kekerasan serupa di masa kecil.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Truk Bermuatan Kayu Terbalik, Satu Luka Berat Sembilan Orang Luka Ringan

Insiden maut ini mengakibatkan satu orang penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya—termasuk dua anak…

57 minutes ago

Pemilik Puluhan Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai Berpeluang Diselesaikan Lewat RJ

Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke  Isa Ramadhan menyatakan,  penanganan kasus kepemilikan puluhan bungkus rokok…

2 hours ago

Empat Rumah Kontrakan di Gang Nirwana  Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy Tohir Sabara mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui…

3 hours ago

Mendagri Kaget Ada Fasilitas Hyperbaric Chamber di RSUD Biak

Mantan Kapolri dan Kapolda Papua ini mengapresiasi kondisi dan pelayanan RSUD Biak. Ia terkesan dengan…

4 hours ago

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…

5 hours ago

BTM: Pembangunan Sejatinya Bisa Menjaga Jati Diri dan Budaya

Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…

5 hours ago