Categories: BERITA UTAMA

32 Potongan Tubuh Ditemukan

JAYAPURA– Memasuki hari kelima pascainsiden ledakan bom yang terjadi pada 31 Mei 2026 di kawasan Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan berhasil menemukan 32 potongan tubuh korban. Kapolres Biak Numfor AKBP Trestiawan mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 30 potongan tubuh ditemukan oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua saat melakukan sterilisasi di area ledakan, sementara dua potongan tubuh lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Seluruh potongan tubuh yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut,” ujar Trestiawan.

Selain potongan tubuh, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, berupa tiga parang, satu pisau, dan dua jam tangan. Hingga saat ini, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah menyelesaikan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Proses tersebut akan dilanjutkan guna memastikan 25 persen area sisanya benar-benar aman sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil sterilisasi terbaru, tim menemukan 42 serpihan casing proyektil yang akan menjadi bahan pendalaman dalam penyelidikan.

“Tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Papua yang mulai terlibat dalam penanganan kasus telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada radius sekitar 25 meter dari titik ledakan.

Dari pemeriksaan awal, tim mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, serta satu mata gerinda untuk kepentingan penelitian laboratorium forensik. Di sisi lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus mengoptimalkan proses identifikasi korban. Posko antemortem telah dibuka di sekitar lokasi kejadian dan sejauh ini telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban.

Tim juga mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang identitas anggota keluarganya belum dapat dipastikan.

“Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi,” jelas Trestiawan.

Ia menambahkan, pola pencarian masih dilakukan dengan sistem pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, proses evakuasi barang maupun potongan tubuh hanya dilakukan setelah area dinyatakan aman oleh Tim Jibom. Sedangkan pada Ring 2, Tim Basarnas bersama tim gabungan tetap melakukan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Untuk yang pertama diterbangkan di hari kedua pasca insiden penembakan tersebut Korban Aprida Rapi diterbangkan…

12 hours ago

Bupati Gusbager Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini…

13 hours ago

Pemkab Jayapura Masih Punya Utang Tanah Rp211 Miliar, Dibayar Bertahap

Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyelesaian kewajiban pembayaran tanah yang telah digunakan…

14 hours ago

Dua Orang yang Diculik KKB Dilaporkan Lolos, Namun Satu Tewas

Dua dari sembilan perempuan yang menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik…

14 hours ago

Terancam Kekurangan Pangan, Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan ke 6 Distrik

Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP menyatakan Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengalokasikan beras sebanyak 13…

15 hours ago

Putuskan Rantai Komsumsi Obat Kimia, Fokus Rehabilitasi Berbasis Minat Pasien

  Pihak manajemen dan tenaga kesehatan justru menjadikan kondisi ini sebagai pemantik untuk terus maju…

15 hours ago