Categories: BERITA UTAMA

Polisi Temukan Bukti Baru Disekitar TKP Tewasnya Nur Aisha Aulya

Gunakan Teknologi Lie Detector Pastikan Saksi Tak Berbohong

JAYAPURA – Penyelidikan kasus kematian Nur Aisha Aulya masih hangat di kalangan masyarakat. Terkait proses penyidikan, hingga kini Polresta tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti serta melakukan pemeriksaan sebanyak 10 orang saksi termasuk kedua orang tua korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sementara melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi dan ditambahkan dengan kedua orang tua korban. Jadi total saksi yang sementara kita lakukan pemeriksaan itu sebanyak 10 orang saksi,” Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resor Kota Jayapura Kota, Komisaris Besar Polisi Victor Dean Mackbon di Mapolsek Abepura, Sabtu (5/4).

Lanjutnya menjelaskan 10 saksi yang dipanggil oleh pihaknya itu akan dilakukan pemeriksaan dengan mengunakan teknologi Lie Detector atau alat untuk mendeteksi kebohongan. “Para saksi termasuk orang tua korban akan diperiksa mengunakan  alat deteksi kebohongan namun hasilnya masih dalam proses,” ungkap Kapolresta.

Penyidik Polresta dan Polsek Muara Tami saat melakukan penyelidikan disekitar TKP ditemukannya jenasah Nur Aisha Aulya di Koya Barat, Sabtu (5/4). (Elfira Cepos):

Seperti diketahui korban dikabarkan menghilang sejak Minggu (30/3) di rumahnya yang berada di Koya Barat. Korban ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam yang berjarak sekitar 250 meter dari kios milik orangtuanya di Jalan Raya Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura sekitar pukul 23.00 WIT.

Dari hasil pemeriksaan Kata Kombes Victor, polisi menduga korban tewas akibat mendapatkan kekerasan. Meskipun demikian, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Polresta Jayapura Kota. “Dari hasil penyelidikan dan visum maupun otopsi, dugaan sementara memang ada unsur pidana. Kami masih menunggu hasil laboratoriumnya dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua,” sebutnya.

Menurut keterangan ayah korban, listrik di kios sempat padam beberapa kali sehingga perhatian teralihkan untuk memperbaiki meteran listrik. “Ketika listrik kembali normal, korban sudah tidak terlihat di depan halaman kios. Warga sekitar turut membantu melakukan pencarian, hingga korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa,” ungkap Victor.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Depapre Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan siswa PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura diduga…

21 hours ago

​BMP RI Tepis Tudingan Adu Domba Kelompok Massa

​Langkah tegas ini disampaikan Ali Kabiay untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait kehadiran massa BMP RI…

1 day ago

Pengalihan ASN ke Kementerian Jadi Solusi Tekan Belanja Pegawai

Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…

2 days ago

Warga Diminta Waspadai Kejahatan di Ruang Digital

  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…

2 days ago

Wali Kota: Bangun Tempat Ibadah Butuh Komitmen Moral

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…

2 days ago

Nggam Bu, Pesona Air Biru yang Dijaga Masyarakat Adat

Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…

2 days ago