

Petugas di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Papua, Jayapura, saat melakukan pelayanan terhadap peserta BPJS Ketenagakerjaan Papua, Jayapura (24/3). Kepala BPJS menyebut masih banyak pekerja di Papua yang belum mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan. (foto: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA– Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Papua, Jayapura, Sirta Mustakiem mengungkapkan bahwa masih banyak pekerja di Provinsi Papua yang belum mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan, baik di sektor formal maupun informal.
Menurutnya, untuk sektor formal, tanggung jawab mendaftar pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan ada di tangan badan usaha.
“Harapannya, dengan adanya peraturan daerah dan surat edaran, Pemda akan menganggarkan kontribusi positif untuk BPJS Ketenagakerjaan,” katanya, belum lama ini.
Namun, untuk pekerja informal dan badan usaha kecil, masih ada tantangan dalam literasi BPJS Ketenagakerjaan. Informasi terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan belum mendapatkan perhatian yang cukup.
Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan perlu menggandeng semua stakeholder untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
Kata Sirta, dengan adanya Perda yang sudah diterbitkan termasuk surat edaran, diharapkan BUMD/BUMN dan badan usaha dapat lebih peduli dalam membantu memberikan perlindungan kepada pekerja informal di sekitar perusahaan.
Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, dari sekitar 1 juta penduduk di Papua, sebanyak 240 ribu merupakan pekerja. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kategori yaitu pekerja formal yang berjumlah 102 ribu dan pekerja informal yang berjumlah 137 ribu.
Namun, hanya sekitar 49 persen dari pekerja formal yang telah dilindungi oleh jaminan sosial.
“Masih banyak perusahaan yang belum memahami pentingnya melindungi pekerja mereka, sehingga ada pekerja magang, harian lepas, dan tenaga kerja lainnya yang belum mendapatkan perlindungan yang memadai,” ujarnya.
Kondisi pekerja informal di Papua juga sangat memprihatinkan. Dari total 137 ribu pekerja informal, hanya sekitar 24 ribu yang telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, yang berarti hanya sekitar 18 persen saja. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…