Lalu terkait jumlah pasukan kata Fakhiri saat ini ia hanya menambah pasukan di ibukota provinsi. Jika sebelumnya di Wamena sebanyak 2 pleton untuk memperkuat pleno tingkat provinsi. Nantinya ada juga yang digeser ke Nabire sebanyak 2 SST (setingkat pleton) untuk mengamankan pleno provinsi.
“Sekali lagi saya minta tegas bagi kabupaten yang belum saya minta percepat termasuk di Yahukimo saya minta bawa ke Jayapura. Begitu juga dengan Mamberamo Raya apabila di daerah memang dianggap rawan langsung bawa ke Jayapura saja,” saran Kapolda.
“Kalau di Jayapura kekuatan kami lebih lebih besar dan kalau kurang saya bisa minta dibantu Pangdam,” tambahnya.
Iapun menegaskan bahwa selaku Kapolda dirinya mengingatkan bahwa pesta sudah selesai pada 14 Februari dan perhitungan sedang berjalan. Kalau merasa ada kecurangan silahkan langsung lapor ke Bawaslu maupun DKPP, jangan menggunakan cara – cara yang melawan hukum.
“Lalu KPU juga perlu mengingatkan PPD dan perangkat lainnya agar jangan main – main. Hasil per TPS itu segera diplenokan dan jangan diulur – ulur sebab kalau molor terus maka akan berdampak pada situasi di Papua,” tutupnya. (ade)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…
Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua menyebut 128 produk usaha mikro, kecil, dan menengah…
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil,…
Ahli waris tanah adat Emmaleuw Bhelle, Daud Felle, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang membuka…