Categories: BERITA UTAMA

Pakai Masker Adukan Tindakan Kekerasan Sang Suami

JAYAPURA – Tak tahan dengan perbuatan sang suami berinisial YB, seorang wanita berinisial GR mendatangi Polda Papua dan membuat laporan. Laporan pengaduannya adalah berkaitan dengan kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan tindakan asusila. YB sendiri merupakan salah satu  calon wakil gubernur yang maju dalam Pilkada Papua tahun 2024 ini sedangkan GR adalah istri sah YB.

Didampingi tim kuasa hukumnya GR menemui pekerja pers menggunakan masker berwarna hitam. Sebelumnya ia memberikan pernyataan lewat video pendek tanpa  menggunakan masker. Wanita berkulit terang ini terpaksa melaporkan suaminya ke Polda Papua pada Rabu (3/12) malam karena tidak tahan lagi dengan tingkah laku suaminya yang telah dipendam bertahun – tahun.

Kepada wartawan GR menjelaskan puncak kekesalannya terjadi pada 1 Desember 2024 lalu dimana YB meminta GR datang ke salah satu Hotel di Kabupaten Serui untuk berhubungan suami istri.

“Jadi puncaknya kejadian itu terjadi pada tanggal, 1 Desember 2024 dini hari di sebuah hotel, dimana saya disuruh ke sebuah hotel kemudian dipaksa berhubungan badan. Hanya saat itu saya tidak tahu jika ada kaka perempuan saya,” ujar GR didampingi kuasa hukumnya di Hotel Fox,  Jayapura, Kamis (5/12).

Korban GR awalnya di rumah dan diminta datang ke hotel tersebut. Disaat yang sama  sang kakak juga diminta untuk ke hotel. 

“Awalnya saya tidak tahu, ternyata kakak perempuan saya sudah di hotel. Setelah sampai di lokasi (hotel), saya masuk dan saya lihat sudah ada kakak perempuan yang sudah dalam posisi tanpa busana di dalam kamar,” ungkap GR tak kuasa menahan air mata.

Ia merasa batinya terguncang, apalagi pelaku YB mengajak untuk tidur bersama dan melakukan hubungan badan secara menyimpang terhadap kakanya itu. Namun, ketika menolak, korban diancam pukul dan  dipaksa untuk mengkonsumsi alkohol agar dapat berhubungan badan atau tidur bersama. Tak hanya itu, cerita lainnya adalah GR mengaku pernah diseret bahkan dipukul hingga rambutnya ditarik dan dijambak.

“Saya pernah dipukul dan pingsan,” jelasnya.

Atas kejadian itu Ia pun kemudian ke Kota Jayapura dan melaporkan suaminya tersebut ke Polda Papua agar pelaku diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

“Jadi, masalah hari ini murni KDRT dan asusila. Saya harap Polda Papua membantu saya untuk mengusut secepatnya kasus KDRT ini,” harapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Disayangkan, Perlakuan Oknum Taksi Bandara Cek Ponsel Penumpang

Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…

16 minutes ago

Nekat Menjambret, Dua Pelajar Dibekuk Tim Resmob

"Modus yang digunakan pelaku yakni menabrak korban hingga terjatuh, kemudian mengambil handphone milik korban dan…

1 hour ago

Wali Kota Abisai Rollo Raih Gelar Doktor, Diwisuda Bersama 873 Lulusan Uncen

Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Wisuda Program Doktor, Program Magister, Program Sarjana, dan Program Diploma Periode…

2 hours ago

Bahan Pokok Alami Kenaikan Harga, Polres Keerom lakukan Sidak

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny Sohilait, bersama personel Unit…

3 hours ago

Kekerasan di Tanah Papua Mengarah ke Kejahatan Kemanusiaan

-Rumah Solidaritas Papua menyoroti meningkatnya eskalasi kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat…

4 hours ago

Menu Lokal Disiapkan untuk Dukung Dapur MBG di Wilayah Terpencil

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan…

5 hours ago