Categories: BERITA UTAMA

Pemerintah Disarankan Evaluasi Anggaran Otsus Ketimbang Dorong Transmigrasi

JAYAPURA– Hiruk pikuk terkait transmigrasi hingga kini masih bergulir ditingkat akar rumput. Berbagai pihak menyampaikan pendapatnya. Ada yang mendukung namun ada juga yang secara tegas menolak. Namun ada saran lain yang disampaikan Ketua Departemen Kaum Profesional Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Yes Komba SE, M.Si maupun  Direktur Eksekutif Papuan Observatory for Human Rights (POHR), Thomas Ch. Syufi.

Komba mewakili kaum profesional menyampaikan bahwa ada hal lain yang lebih penting dilakukan pemerintah pusat ketimbang mendorong program transmigrasi. Ia menjelaskan terkait Daerah Otonomi Baru (DOB) dari dua provinsi menjadi enam hingga kini belum ada pejabat definitif. Lalu agenda terkini adalah Pemilukada dimana untuk wilayah DOB juga menyelenggarakan pemilihan.

Nah diwaktu yang sama pemerintah pusat mengeluarkan statemen  akan mendorong program transmigrasi. “Dari catatan ini kami dari  Kaum Profesional Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua melihat bahwa seyogyanya pemerintah  menghargai DOB yang sudah diberikan sebelumnya. Mengatur wilayah DOB lebih dulu hingga semua tertib dan bisa mandiri barulah memikirkan yang lain,” saran Yes saat ditemui di Jayapura, Selasa (5/11).

Menurutnya gubernur definitif saja belum tapi sudah ada rencana program lain yang  pastinya  menimbulkan polemik baru. “Jadi kami dari kaum profesional menolak ini dan bukan dengan alasan untuk kepentingan pribadi  melainkan  melihat kepentingan dari enam DOB tadi,” jelas Yes. Kemudian sebisa mungkin fokus pemerintah pusat jangan dulu soal transmigrasi melainkan pengawasan penyaluran dan penggunaan dana Otonomi Khusus.

Apakah  sudah tepat sasaran dan sesuai harapan atau  sebaliknya. “Kami melihat mending lakukan pengawasan anggaran Otsus ini ketimbang membahas transmigrasi apalagi Papua masih butuh banyak dukungan sektor kesehatan maupun pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Kami pikir ini jauh lebih penting dibanding transmigrasi tadi,”  tambahnya.

“Kami melihat dibeberapa kabupaten   dana yang menjadi amanah pemerintah pusat ini tidak sepenuhnya dijalankan  sesusai aturan yang ada sehingga penting dilakukan pengawasan,” imbuhnya. Pihaknya berharap pemerintah menerima masukan dari masyarakat di Papua dengan mengedepankan aspek  ekonomi kerakyatan, kesehatan maupun pendidikan bagi masyarakat di daerah.

Masih banyak masyarakat butuh rumah layak huni dan disaat situasinya seperti ini sebaiknya ini dulu yang dituntaskan.  “Kami memberi masukan dari sisi gereja mewakili enam provinsi, jangan jalankan transmigrasi dulu tapi bantu masyarakat yang sudah ada,” imbuhnya. Disini Yes Komba menyampaikan bahwa pihaknya berharap pemerintah justru mendorong trans lokal ketimbang trans nasional.

“Jika berbicara aspek pemerataan penduduk dan pembangunan kami pikir trans lokal ini lebih tepat,” tutupnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 

Juna Cepos

Recent Posts

Wabup Jayawijaya Sebut Ada Oknum yang Ingin Wamena Tidak Aman

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi…

13 hours ago

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

16 hours ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

17 hours ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

18 hours ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

19 hours ago

Gugatan Praperadilan Mantan Kadis Perumahan dan Pemukiman Jayawijaya Ditolak

Berdasarkan informasi yang terima dari penyidik Polda Papua terkait dengan praperadilan yang diajukan dari pihak…

22 hours ago