Categories: BERITA UTAMA

Siapkan 4 Pola Penanganan Konflik Lanny Jaya dan Nduga

WAMENA – Guna menyelesaikan konflik yang melibatkan warga dari Kabupaten Lanny Jaya dan Warga dari Kabupaten Nduga, Pemprov Papua Pegunungan melakukan rapat Koordinasi dengan Bupati Lanny Jaya , Bupati Nduga, MRPP, pihak gereja dan forkopimda guna mengambil langkah yang tepat dan bisa diterima oleh kedua belah pihak sehingga melahirkan 4 pola penanganan konflik.

PJ Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A menyatakan pertemuan hari ini merupakan konsilidasi internal bersama dari berbagai pihak baik dan menghasilkan 4 pola penanganan konflik tersebut yang telah disetujui oleh Pemprov Papua Pegunungan, MRPP, PGGJ, tokoh masyarakat dan PJ bupati dari 3 Kabupaten, serta TNI/Polri.

“Jadi saya pikir pertemuan ini bisa menyatukan pandangan satukan pikiran terhadap bagimana pola penyelesaian terkait dengan pertikaian dua kelompok masyarakat Nduga dan Lanny yang terjadi di kampung Elekma Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya,”ungkapnya jumat (4/10).

Velix menjelaskan bahwa dari pertemuan konsilidasi internal ini yang pertama tujuan besarnya adalah bagimana meredam situasi untuk menenangkan kedua kelompok masyarakat ini, Pola pertama untuk membatasi ruang gerak dari kedua pihak sehingga tidak terjadi lagi aksi saling serang dan itu harus yang menjadi komitmen bersama.

“Jadi ini merupakan pertemuan kedua kami dengan kedua Pejabat Bupati dari Nduga dan Lanny Jaya guna untuk menenangkan masing -masing kelompok masyarakat dan kota bersyukur hari ini kedua masyarakat sudah bisa tenang jadi sudah tidak ada pergerakan lagi,” jelasnya.

Pola kedua lanjut kata Wanggai, pihaknya melakukan pertemuan secara bilateral yang mana ia selaku PJ Gubernur Papua Pegunungan telah menugaskan Bupati Nduga untuk segera lakukan pertemuan dengan para tokoh-tokoh dari masyarakat dan demikian juga dengan pejabat Bupati Lanny Jaya akan melakukan hal yang sama pertemuan dengan para tokoh -tokoh dari Lanny Jaya,

“Jadi dengan pertemuan yang dilakukan itu, maka pemerintah bisa memetakan akar persoalannya dari awal dan juga bisa memetakan jumlah para korban dan kemudian selanjutnya bagimana cara menangani para korban tersebut,” kata Velix.

Ia mengaku untuk proses penegakan secara kekeluargaan, sebab pemerintah menyadari bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat kecil yang memiliki keterbatasan apa yang bisa dibantu akan dilakukan pemerintah baik bagi masyarakat Nduga maupun Lanny.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

4 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

9 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

10 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

13 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

15 hours ago

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

16 hours ago