Pihaknyapun langsung mengambil sikap terkait isu tersebut dengan mengadakan rapat terbatas. Rapat ini melibatkan komite etik dan bidang bidang terkait untuk menyelidiki pelaku penyebaran berita tersebut.
“Kami sudah ratas, kami akan telusur pelaku penyebaran isu ini di media sosial, karena informasi ini tidak benar, dan sangat merugikan masyarakat,” tandasnya.
Bahkan RSUD Abepura akan melapor pelaku penyebaran berita hoax tersebut ke aparat kepolisan, sehingga diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Karena tindakan ini sangat meresahkan, membuat masyarakat cemas dan panik, kami tidak memberikan tolerir kepada pelaku penyebar berita hoax ini,” tegasnya.
Diapun menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan. Serta yang tidak kala penting selalu menjaga kesehatan.
“Kami harap masyarakat tetap tenang, karena kami tidak pernah menyebarkan foto pasien secara gamblang di media sosial, ini berlaku untuk semua jenis penyakit apapun yang diderita pasien, sehingga kami dengan tegas menyatakan berita itu hoax,” tutup Daisy. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…