Categories: BERITA UTAMA

ULMWP Justru Kehilangan Simpati Internasional

JAYAPURA – Pernyataan dari sejumlah tokoh ULMWP di Papua terkait peluang untuk bergabung dengan MSG yang semakin terbuka bahkan tekesan selangkah lagi mendapat tanggapan dari salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung.

Yaung terus memantau perkenbangan politik luar negeri pasca pilot Susi Air, Ricard Philips disandera. Dosen Fisip Uncen ini justru berpendapat bahwa peluang politik ULMWP untuk menjadi anggota penuh forum MSG, pada MSG Summit bulan Juli 2023 justru semakin tertutup.

Meskipun Vanuatu sebagai tuan rumah dan menjadi sponsor utama ULMWP termasuk dukungan lain dari negara Fiji namun ia mencatat ada empat alasan mendasar ULMWP sulit mendapatkan status keanggotaan penuh MSG.  Alasan pertama adalah  ULMWP sudah tidak lagi merepresentasikan mayoritas orang Papua dan persatuan fraksi – fraksi perjuangan politik orang Papua.

Komunitas Melanesia sudah tahu masalah ini dan cukup kecewa dengan belum adanya rekonsiliasi diantara Benny Wenda dan Oktovianus Mote.  Alasan Kedua, kasus penyanderaan pilot susi air Philip Mark Merthens membuat aktivitas ULMWP di Pasifik kehilangan simpati dan dukungan dari Selandia Baru dan Australia.

“Kita tahu bersama bahwa, organisasi MSG adalah ‘Organisasi boneka’ untuk mendorong kepentingan Australia dan Selandia Baru di Pasifik,”kata Yaung melalui ponselnya, Senin (5/6).

Kata Yaung,  tanpa restu Selandia Baru dan Australia, ULMWP pasti mengalami kegagalan diplomasi di Pasifik dan Benny Wenda sudah paham masalah ini sehingga Benny Wenda berharap agar pilot susi air segera dibebaskan sebelum KKT MSG.  Lalu alasan ketiga, yaitu ada perubahan politik atau perubahan persepsi nasional di Vanuatu tentang isu Papua Merdeka yang dikampanyekan Benny Wenda dan ULMWP.

“Pada sidang umum PBB bulan September tahun 2022 kemarin, Vanuatu tidak lagi bersuara mengangkat isu Papua dalam ruang sidang PBB. Apa yang terjadi?. Setelah Andy Ajamiseba meninggal tanggal 21 februari 2020, sebenarnya sudah selesai tanggungjawab moral Vanuatu terhadap keluarga Ajaimseba dan masyarakat Papua. Vanuatu hanya memiliki hutang budi dan hutang sejarah dengan keluarga Ajaimseba dan group music Black Broters,” bebernya. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

4 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

4 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

5 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

5 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

6 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

6 hours ago